LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK 1
PEMURNIAN ZAT PADAT
DIBUAT OLEH : SEPTIA MISCA DALVANNY
NIM: A1C118005
KELAS : REGULER A
2018
DOSEN PENGAMPU
Dr.Drs. SYAMSURIZAL,
M,Si
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2020
DATA PENGAMATAN
Rekristalisasi
NO
|
perlakuan
|
pengamatan
|
1
|
Panaskan 50 ml air suling
|
Air mendidih dan timbul gelembung
|
2
|
Tambahkan sedikit demi sedikit air suling
kedalamn0,5 gr asam benzoat tercemar lalu diaduk
|
Larutan bercampur
|
3
|
Saring campuran lalu ditampung filtrat kedalam
gelas kimia, lalu siram endapan yang tersisa dikertas saring lalu jenuhkan
dandinginkan dengan es
|
Terbentuk kristal
|
4
|
Saring kristal yang terbentuk dan keringkan
|
Kristal telah dikeringkan
|
5
|
Uji titikleleh dan kristalnya lalu bandingkan
data dengan handbook
|
Bentuk kristal bulat bulan kecil
Titik lelehnya = 115◦c
|
Sublimasi
No
|
Perlakuan
|
Pengamatan
|
1
|
Dimasukkan 1-2,5 gr naftalen tercemar dalam cawan
penguap , lalu tutup dengan kertas saring yang telah dibuat lobang
|
Zat telah tidak murni karena telah bercampur
dengan pasir
|
2
|
Sumbat corong dengan glass wool dan panaskan pada
nyala api
|
Adanya uap naftalen pada corong karena telah
menyublim
|
3
|
Dikumpulkan zat yang ada pada kertas saring dan
uji titik leleh dan bentuk kristalnya
|
Adanya zat yang menguap pada kertas saring
Titik mulai meleleh = 87◦c
Titik tepat meleleh semua = 90◦c
|
PEMBAHASAN
Untuk praktikum
ini yaitu pemurnian zat padat yang mna
pada praktikum kali ini melakukan kristalisasi dengan sebaiknya yang
nantinya akan didapat pelarut yang sesuai dengan rekristalisasi , yang
digunakan untuk menjernihkan dan menghilangkan warna larutan dan untuk
memisahkan campuran dengan pengotor. Ada dua cara yang dilakukan yaitu
rekristalisasi dan sublimasi, rekristalisasi adalah pemurnian padatan organik
dengan membentuk gaya ikat yang sama dan ukuran partikelnya. Sedangkan
sublimasi adalah merupakanmetodepmurnianzat padat juga yang mana memisahkan zat
padat dari pengotornya pada metode ini menggunakan pendekatan dan teknik
khusus, pendekatan dapat dilakukan dengan mengenal zat padat itu sendiri dan
mengenal sifat sifatnya baik sifat fisik dan sifat kimianya. Dengan mengetahui
sifat sifatnya kita dapat dengan mudah mengidentifikasi pemurnian zat
padat. (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/)
a. Percobaan
rekristalisasi
Pada percobaan ini kami menggunakan asam benzoat untuk
dimurnikan dengan menggunakan pasir sebagai zat pengotornya, zat pengotor ini
berguna sebagai pengotor zat murni yang nantinya akan terpsah dari zat murni
sedangkan tujuan dari praktikum rekristalisasi ini adalah untuk memisahkan atau
menghilangkan zat zat pengotor sehingga akan dihasilkan asam benzoat yang
murni. Mulamula yang kami lakukan itu adalah dipanaskkan 50ml air hingga
terbentuk gelembung gelembung kemudian dimasukkan asambenzoat 2 sudip saja,
lalu kami juga menggunakan norit , yang berfungsi sebagai katalis saja, 1 sudip
pasir sebagai zat pengotor kedalam elemeyer kemudian dimasukkan air panas
secara perlahan lahan dan sambil diaduk
sehingga larutan pun berubah warnanya menjadi hitam lalu disaring dengan corong
buchner lalu dijenuhkan suhu sebelum
dijenuhkan 30◦C , lalu didinginkan dalam es untuk mendapatkan kristalnya, yang
mana saat didinginkan akan terlihat kristalkristal kecil bulan , lalu kristalyang
terbentuk dikeringkan dan setelah kering dihitung titik lelehnya didapatlah
titk leleh mulai meleleh yaitu= 115◦c .
Beberapa faktor yang mempengaruhi rekristalisasi yaitu
temperatur ukuran kristal, serta banyaknya pengotor.
b. Sublimasi
Pada percobaan
sublimasi ini tujuannya yaitu untuk melakukan pemurnian zat dari pengotornya
dimana pengotor yang kami gunakan adalah pasir sama seperti percobaan
rekristalisasi, sedangkan bahan yang akan di sublimasi adalah naftalen ,
halyang pertama kali dilakukan praktikan adalah menimbang 1 gram naftalen
kemudian memasukkannya kedalam 1 gram pasir yang kemudian dicampurkan secara
bersama dan dimasukkan kedalamcawan penguap yang kemudian di letakkan diatasnya
kertas saring yang telah dilobangi dengan jarum diatas cawan penguap lalu di
atasnya lagi diletakkan corong yang telah ditutup dengan glass wool lalu
dilakukan pemanasan , ketika dipanaskan terlihat uap yang kluar daric orong dan
menimbulkan bau yang khas naftalen, kemudian terlihat juga kristal yang menempel pada kertas saring,
kemudian pemanasan di stopkan dan dikumpulkan kristal yang terbentuk lalu
dikeringkan dan dimasukkan kedalam pipa kapiler untuk menguji titik lelehnya.
Sebenarnya kamiakan menggunakan MPA (melting point apparatus) namun karena
terlaalu lama menunggu penurunan suhunya sehingga siap digunakan lagi maka kami
menggunakan pemanasan dengan kompor elektrik dan minyak. Sehingga didapatlah
Titik
mulai meleleh = 87◦c
Titik tepat meleleh semua = 90◦c
MANFAAT
adapun manfaat melakukan praktikumini adalah praktikan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari, selain itu juga bisa digunakan untuk penelitian pemurnian zat padat
Untuk video praktikum bisa dilihat pada link dibawah ini
link video bisa dilihat disini https://youtu.be/SP6a50OKJLU
Pertanyaan pasca :
Pertanyaan pasca :
1.mengapa cawan penguap harus ditutup
dengan kertas saring yang telah dilobangi terlebih dahulu kenapa tidak langsung
ditutup dengan corong?
2. mengapa hasil kristal yang kami dapat
berbentuk bulat bukan bentuk runcing seperti diliteratur?
3. mengapa titik leleh yang kami dapatkan
pada naftalen 92 ◦C , sedangkan titik leleh naftalen diliteratur adalah sekitar
80 an?
KESIMPULAN
adapun kesimpulan pada percobaan ini adalah
1. rekristalisasi merupakan suatu proses pembentukan kristal kembali sehingga didapat hasil pemurnian campuran zat padat
2. pelarut yang digunakan harus pelarut yang sesuai dengan zat dan dapat melarutkan zat pengotor
3. hasil dari rekristalisasi adalah kristal berbentuk bulat bulat kecil
Arsyad,M.N.2011.Kamus kimia arti dan penjelasan istilah.Jakarta:Gramedia
Rositawati.2013.Rekristalisasi garam rakyat dari daerah
demak untuk mencapai SN1 garam Industri. Jurnal Teknologi Kimia dan
Industri. Vol 2. No 4.
Syukri.2010. kimia dasar . Bandung : ITB Press
Tim penuntun praktikum
kimia organik 1. 2019. Penuntun praktikum
kimia organik 1 . Jambi : Universitas jambi
http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/
lampiran
kertas saring yang telah dilobangi
penimbangan cawan penguap
kristal yang terbentuk dari proses kristalisasi
proses sublimasi
pengotor yang digunakan






Assalamualaikum warohmatullahhi wabarokatuh
ReplyDeleteSaya Nisa Aprylina NIM A1C118044 akan menjawab no 3
Hal yang menyebabkan tidak sama dengan literatur adalah kemungkinan ada nya campuran dengan zat lain atau sudah terkontaminasi dengan zat lain. atau juga karena pada cawan porselen seharusnya ditutup semua dengan corong, karena corongnya terlalu kecil sehingga tidak memperoleh kemurnian dari naftalen dan masih adanya sisa dari zat pengotor yang lengket dengan naftalen tersebut.
Sekian, semoga membantu, terima kasih
Wassalamualaikum Warohmatullahhi wabarokatuh
Perkenalkan saya Marta Febryza Manalu Rambe dengan NIM A1C118037 akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1. Maksud dari pelubangan kertas saring ini adalah agar campuran tersebut tidak menghasilkan uap air atau cairan dan langsung menghasilkan uap. Kertas saring juga berguna agar padatan tidak ikut terbawa ke dalam corong.Terimakasih.
ReplyDeleteBaiklah, perkenalkan saya Ryan Willianto (A1C118019) akan menjawab pertanyaan saudari septia nomor 2. Didapatkannya hasil endapan yang berbentuk bulat, tidak kristal dapat dikarenakan ada nya sedikit pengotor yang masih ada dalam reaksi, sebingga memengaruhi bentuk endapan. Selain itu, bulatnya endapan juga dapat dikarenakan praktikan yang sering nengguncang larutan, sehingga endapan sulit mengkristal dengan yang seharusnya terjadi.
ReplyDeleteDemikian pembahasan saya. Semoga bermanfaat.