Monday, March 2, 2020

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1
  PEMURNIAN ZAT PADAT


DIBUAT OLEH : SEPTIA MISCA DALVANNY
NIM: A1C118005
KELAS : REGULER A 2018
DOSEN PENGAMPU 
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M,Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI 
2020
DATA  PENGAMATAN
Rekristalisasi 

NO
perlakuan
pengamatan
1
Panaskan 50 ml air suling
Air mendidih dan timbul gelembung
2
Tambahkan sedikit demi sedikit air suling kedalamn0,5 gr asam benzoat tercemar lalu diaduk
Larutan bercampur
3
Saring campuran lalu ditampung filtrat kedalam gelas kimia, lalu siram endapan yang tersisa dikertas saring lalu jenuhkan dandinginkan dengan es
Terbentuk kristal
4
Saring kristal yang terbentuk dan keringkan
Kristal telah dikeringkan
5
Uji titikleleh dan kristalnya lalu bandingkan data dengan handbook
Bentuk kristal bulat bulan kecil
Titik lelehnya = 115c

Sublimasi 

No
Perlakuan
Pengamatan
1
Dimasukkan 1-2,5 gr naftalen tercemar dalam cawan penguap , lalu tutup dengan kertas saring yang telah dibuat lobang
Zat telah tidak murni karena telah bercampur dengan pasir
2
Sumbat corong dengan glass wool dan panaskan pada nyala api
Adanya uap naftalen pada corong karena telah menyublim
3
Dikumpulkan zat yang ada pada kertas saring dan uji titik leleh dan bentuk kristalnya
Adanya zat yang menguap pada kertas saring
Titik mulai meleleh = 87c
Titik tepat meleleh semua = 90c

PEMBAHASAN
Untuk praktikum ini yaitu pemurnian zat padat yang mna  pada praktikum kali ini melakukan kristalisasi dengan sebaiknya yang nantinya akan didapat pelarut yang sesuai dengan rekristalisasi , yang digunakan untuk menjernihkan dan menghilangkan warna larutan dan untuk memisahkan campuran dengan pengotor. Ada dua cara yang dilakukan yaitu rekristalisasi dan sublimasi, rekristalisasi adalah pemurnian padatan organik dengan membentuk gaya ikat yang sama dan ukuran partikelnya. Sedangkan sublimasi adalah merupakanmetodepmurnianzat padat juga yang mana memisahkan zat padat dari pengotornya pada metode ini menggunakan pendekatan dan teknik khusus, pendekatan dapat dilakukan dengan mengenal zat padat itu sendiri dan mengenal sifat sifatnya baik sifat fisik dan sifat kimianya. Dengan mengetahui sifat sifatnya kita dapat dengan mudah mengidentifikasi pemurnian zat padat. (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/)

a.       Percobaan rekristalisasi
          Pada percobaan ini kami menggunakan asam benzoat untuk dimurnikan dengan menggunakan pasir sebagai zat pengotornya, zat pengotor ini berguna sebagai pengotor zat murni yang nantinya akan terpsah dari zat murni sedangkan tujuan dari praktikum rekristalisasi ini adalah untuk memisahkan atau menghilangkan zat zat pengotor sehingga akan dihasilkan asam benzoat yang murni. Mulamula yang kami lakukan itu adalah dipanaskkan 50ml air hingga terbentuk gelembung gelembung kemudian dimasukkan asambenzoat 2 sudip saja, lalu kami juga menggunakan norit , yang berfungsi sebagai katalis saja, 1 sudip pasir sebagai zat pengotor kedalam elemeyer kemudian dimasukkan air panas secara perlahan  lahan dan sambil diaduk sehingga larutan pun berubah warnanya menjadi hitam lalu disaring dengan corong buchner  lalu dijenuhkan suhu sebelum dijenuhkan 30◦C , lalu didinginkan dalam es untuk mendapatkan kristalnya, yang mana saat didinginkan akan terlihat kristalkristal kecil bulan , lalu kristalyang terbentuk dikeringkan dan setelah kering dihitung titik lelehnya didapatlah titk leleh mulai meleleh yaitu=    115c  .
Beberapa faktor yang mempengaruhi rekristalisasi yaitu temperatur ukuran kristal, serta banyaknya pengotor.

b.      Sublimasi
        Pada percobaan sublimasi ini tujuannya yaitu untuk melakukan pemurnian zat dari pengotornya dimana pengotor yang kami gunakan adalah pasir sama seperti percobaan rekristalisasi, sedangkan bahan yang akan di sublimasi adalah naftalen , halyang pertama kali dilakukan praktikan adalah menimbang 1 gram naftalen kemudian memasukkannya kedalam 1 gram pasir yang kemudian dicampurkan secara bersama dan dimasukkan kedalamcawan penguap yang kemudian di letakkan diatasnya kertas saring yang telah dilobangi dengan jarum diatas cawan penguap lalu di atasnya lagi diletakkan corong yang telah ditutup dengan glass wool lalu dilakukan pemanasan , ketika dipanaskan terlihat uap yang kluar daric orong dan menimbulkan bau yang khas naftalen, kemudian terlihat juga  kristal yang menempel pada kertas saring, kemudian pemanasan di stopkan dan dikumpulkan kristal yang terbentuk lalu dikeringkan dan dimasukkan kedalam pipa kapiler untuk menguji titik lelehnya. Sebenarnya kamiakan menggunakan MPA (melting point apparatus) namun karena terlaalu lama menunggu penurunan suhunya sehingga siap digunakan lagi maka kami menggunakan pemanasan dengan kompor elektrik dan minyak. Sehingga didapatlah
Titik mulai meleleh = 87c
Titik tepat meleleh semua = 90c
MANFAAT
adapun manfaat melakukan praktikumini adalah praktikan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari, selain itu juga bisa digunakan untuk penelitian pemurnian zat padat
Untuk video praktikum bisa dilihat pada link dibawah ini

 link video bisa dilihat disini https://youtu.be/SP6a50OKJLU
Pertanyaan pasca :
1.mengapa cawan penguap harus ditutup dengan kertas saring yang telah dilobangi terlebih dahulu kenapa tidak langsung ditutup dengan corong?
2. mengapa hasil kristal yang kami dapat berbentuk bulat bukan bentuk runcing seperti diliteratur?
3. mengapa titik leleh yang kami dapatkan pada naftalen 92 ◦C , sedangkan titik leleh naftalen diliteratur adalah sekitar 80 an?

KESIMPULAN
adapun kesimpulan pada percobaan ini adalah
1. rekristalisasi merupakan suatu proses pembentukan kristal kembali sehingga didapat hasil pemurnian campuran zat padat
2. pelarut yang digunakan harus pelarut yang sesuai dengan zat dan dapat melarutkan zat pengotor
3. hasil dari rekristalisasi adalah kristal berbentuk bulat bulat kecil

 DAFTAR PUSTAKA
Arsyad,M.N.2011.Kamus kimia arti dan penjelasan istilah.Jakarta:Gramedia
Rositawati.2013.Rekristalisasi garam rakyat dari daerah demak untuk mencapai SN1 garam Industri. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri. Vol 2. No 4.
Syukri.2010. kimia dasar . Bandung : ITB Press
Tim penuntun praktikum kimia organik 1. 2019. Penuntun praktikum kimia organik 1 . Jambi : Universitas jambi
http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/

lampiran
 kertas saring yang telah dilobangi

 penimbangan cawan penguap

 kristal yang terbentuk dari proses kristalisasi

 proses sublimasi

 pengotor yang digunakan


3 comments:

  1. Assalamualaikum warohmatullahhi wabarokatuh
    Saya Nisa Aprylina NIM A1C118044 akan menjawab no 3
    Hal yang menyebabkan tidak sama dengan literatur adalah kemungkinan ada nya campuran dengan zat lain atau sudah terkontaminasi dengan zat lain. atau juga karena pada cawan porselen seharusnya ditutup semua dengan corong, karena corongnya terlalu kecil sehingga tidak memperoleh kemurnian dari naftalen dan masih adanya sisa dari zat pengotor yang lengket dengan naftalen tersebut.
    Sekian, semoga membantu, terima kasih
    Wassalamualaikum Warohmatullahhi wabarokatuh

    ReplyDelete
  2. Perkenalkan saya Marta Febryza Manalu Rambe dengan NIM A1C118037 akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1. Maksud dari pelubangan kertas saring ini adalah agar campuran tersebut tidak menghasilkan uap air atau cairan dan langsung menghasilkan uap. Kertas saring juga berguna agar padatan tidak ikut terbawa ke dalam corong.Terimakasih.

    ReplyDelete
  3. Baiklah, perkenalkan saya Ryan Willianto (A1C118019) akan menjawab pertanyaan saudari septia nomor 2. Didapatkannya hasil endapan yang berbentuk bulat, tidak kristal dapat dikarenakan ada nya sedikit pengotor yang masih ada dalam reaksi, sebingga memengaruhi bentuk endapan. Selain itu, bulatnya endapan juga dapat dikarenakan praktikan yang sering nengguncang larutan, sehingga endapan sulit mengkristal dengan yang seharusnya terjadi.
    Demikian pembahasan saya. Semoga bermanfaat.

    ReplyDelete