JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK 1
JURNAL PEMURNIAN ZAT PADAT
DIBUAT OLEH : SEPTIA MISCA DALVANNY
NIM: A1C118005
KELAS : REGULER A
2018
DOSEN PENGAMPU
Dr.Drs. SYAMSURIZAL,
M,Si
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2020
PERCOBAAN 3
I JUDUL : PEMURNIAN ZAT PADAT
II HARI/TANGGAL : RABU, 19 februari
III TUJUAN:
Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah:
-Praktikan diharapkan dapat melakukan kristalisasi dengan
baik
- Praktikan diharapkan dapat memilih pelarut sesuai untuk re
kristalisasi
- Praktikan diharapkan dapat menjernihkan dan menghilangkan
warna larutan
- Praktikan diharapkan dapat memisahkan dan menguraikan
campuran dengan rekristalisasi
IV LANDASAN TEORI
Cara yang
efektif untuk memurnikan zat padat adalah dengan cara rekristalisasi, cara
rekristalisasi merupakancara kristalisasi secara selektif suatu senyawa dari
campuran zat padat, yaitu dengan cara melarutkannya dengan pelarut yang cocok
dengan titik didihnya , yang kemudian disaring selagi panas untuk memisahkan
zat padat yang masih tersuspensi didalamnya. Prinsip yang digunakanpada
rekristalisasi adalah bahwasenyawa tertentu yang ada dalamlarutan akanmemiliki
sifat yang berbeda daricampuran itu dalam suatu sistem tertentu. Dalam praktek
rekristalisasi sebaiknya menggunakan pelarut dengan jumlah yang sedikit
sehingga didapat jumlah zat yang banyak yang dapat diperoleh kembali sewaktu
proses pendinginan. Pelarut yang paling banyak digunakandalam rekristalisasi
adalah pelarut cair karena mudah melarutkan zat organik dan tidak mahal (tim
penuntun kimia organik I, 2016).
Rekristalisasi
adalah salah satu cara pemurnian zat padat yang jamak yang digunakan saat zat
zat padat itu dilarutkan dalam suatu pelarut yang kemudian dikristalkan
kembali. Yang bergantung dnegan kelarutan zat tersebut dan diimbangi dengan
suhu, sebab konsentrasi total akan lebih kecil dari konsentrasi zat yang
dimurnikan (Arsyad, 2011)
Pada umum
nya zat padat memiliki titik lebur yang tinggi sehingga zat padat amorf
biasanya akan melunak dan dan melebur dalam suhu yang tinggi, namun pada
kenyataanya partikel pada zat padat amorf itu
sulit untuk dipelaajari makanya lebih mudah mengamati partikel pada
kristal. Jika dua kristal yang memiliki bentuk yang sama maka disebut dengan
isomorfik (bentuknya sama) contohnya K2O4 dengan K2SeO4,
dan Cr2O3 dengan Fe2O3. Namun zat
isomorfik tidak selalu dapat mengkristal nbersama secara homogen artinya satu
partikel tidak dapat menggantikan K+ dalam KCl walaupun kristal mereka sama.
Suatu zat yang memilikidua kristal atau lebih disebut dengan polimorfik (banyak
bentuk). Contohnya karbon dan belerang (syukri,2010).
Conteoh
rekristalisasi adalah dengan pemurnian garam NaCl dengan yang menggunakan
pelarut air, larutan yang nantinya
terbentuk dipisahkan satu sama lain kemudian dikristalisasi dengan cara
penjenuhan. Yang mana ada 4 metodde untukmencapai larutan jenuh yaitu dengan
mengubah temperatur, menguapkan solvent, reaksi kimia dan mengubah komposisi
solvent.yang cocok untuk NaCl adalah penguapan solvent (Rositawati,2013).
ALAT
|
BAHAN
|
Gelas kimia
|
Air suling
50ml
|
Corong
bucner
|
Asam benzoat
0,5 gram
|
Cawan
penguap
|
Naftalen
|
Bunsen +
kasa + kaki tiga
|
|
Prngaduk
|
|
VI PROSEDUR KERJA
6.1 Prosedur percobaan kristalisasi
6.2 sublimasi
video praktikum dapat dilihat dibawah ini
https://www.youtube.com/watch?v=9mgvBbRkYSs&feature=youtu.be
pertanyaan
1. mengapa pada percobaan ini menggunakan zat pengotor yaitu pasir?
2. apa tanda utama kapur barus mulai menyublim?
3. apa yang akan terjadi jika pada percobaan ini kita tidak menggunakan es batu, apakah berdampak terhadap hasil?
https://www.youtube.com/watch?v=9mgvBbRkYSs&feature=youtu.be
pertanyaan
1. mengapa pada percobaan ini menggunakan zat pengotor yaitu pasir?
2. apa tanda utama kapur barus mulai menyublim?
3. apa yang akan terjadi jika pada percobaan ini kita tidak menggunakan es batu, apakah berdampak terhadap hasil?



Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh saya Nisa Aprylina NIM A1C118044
ReplyDeleteSaya akan menjawab pertanyaan no 3
Jika pada saat percobaan pertama gagal dengan tidak memakai es batu, maka pada percobaan kedua dicoba memakai es batu, disini ada tidak nya es batu mempengaruhi hasil yang didapat, karena ada zat yang pada saat percobaan tidak perlu memakai es batu sudah terbentuk kristal dan ada yang tidak.
Sekian,semoga membantu, terima kasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
ReplyDeleteNama saya Valen Dwi Putri,
Nim : A1C118050. Saya akan mencoba menjawab soal nomer 1. Mengapa pada percobaan ini menggunakan zat pengotor yaitu pasir? . Karna untuk memperlihatkan cara pemisahan campuran jika 2 komponen memiliki sifat yang berbeda yaitu dapat menyublim dan tidak dapat menyublim. Dimana kapur barus akan menyublim membentuk kristal putih pada dasar cawan, sementara pasir tidak ikut menyublim.
1. Assalamualaikum wr.wb. saya Hesti Nurmelis dengan NIM A1C118090 akan menjawab pertanyaan no 2. Kapur baru mulai menyublim ketika ukurannya menjadi kecil atau berubah dari padat ke gas tanpa menjadi cair yaitu muncul titik-titik air. Hal ini dapat terjadi karena perubahan suhu disebabkan oleh beberapa hal salah satunya faktor lingkungan maupun faktor alat dan bahan yang digunakan.
ReplyDelete