LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK 1
REAKSI REAKSI HIDROKARBON
DIBUAT OLEH : SEPTIA MISCA DALVANNY
NIM: A1C118005
KELAS : REGULER A
2018
DOSEN PENGAMPU
Dr.Drs. SYAMSURIZAL,
M,Si
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2020
VII DATA PENGAMATAN
a)
Brom dalam karbon tetraklorida
No
|
perlakuan
|
hasil
|
1
|
Diisi 1 ml alkana kedalam tabung
reaksi , ditambahkan 10-15 tetes brom diguncangkan, ditempatkan tabung dalam
tempat gelap
|
Warna tidak mengalami perubahan
|
2
|
Diisi 1 ml alkana ditambahkan 10-15
tetes brom diguncang dalam tempat yang disinari matahari
|
Warna berubah dari kuning menjadi
bening
|
3
|
Diisi 1 ml eter +10 tetes brom dan
diguncang
|
Terdapat 2 fasa , yang fasa bagian
atas berwarna kuning (brom) dan yang dibagian bawah berwarna putih (eter)
|
4
|
Diisi 1 ml benzen + 1ml brom, lalu
digoncangkan
|
Terdapat 2 lapisan , lapisan atas
berwarna bening dan yang bawah berwarna cokelat
|
b)
Brom
No
|
perlakuan
|
Hasil
|
1
|
Benzen dipanaskan 5 menit
|
Setelah dipanaskan benzen menguap
(tidak tersisa dalam reaksi)
|
2
|
Benzena + paku dipanaskan 5 menit
|
Tidak menguap masih tersisa dalam
tabung reaksi
|
c)
Larutan kalium permanganat
No
|
perlakuan
|
Hasil
|
1
|
Diisi kalium permanganat + 5 tetes n-
heksana
|
Ungu tanpa kemerahan
|
2
|
Diisi kalium permanganat + 5 tetes eter
|
Ungu kemerahan
|
3
|
1 ml
benzena + 2 ml kalium
permanganat
|
Warna tetap
|
d)
Asam sulfat pekat
No
|
perlakuan
|
hasil
|
1
|
Dimasukkan kedalam tabung reaksi 2 ml
asam sulfat 10 tetes eter kemudian diguncang
|
Larutan menjadi warna jingga, dan
terasa panas pada saat dikocok
|
2
|
Dimasukkan 2 ml H2SO4 + 10 tetes
n-heptana , lalu dikocok
|
Larutan tidak larut sehingga terbentuk
2 lapisan , lapisan atas bening dan lapisan dibawah agak keruh
|
e)
Asam nitrat
·
Benzena
No
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1
|
Dicampurkan asam nitrat
4ml dan benzena 0,5 ml
|
Mengeluarkan asap
|
2
|
Dimasukkan batu didih
|
Mengeluarkan gelembung
|
3
|
Dididihkan campuran
|
Larutan berwarna kuning bening
|
4
|
Dituang larutan kedalam es
|
Timbul asap dan baerbau menyengat
|
·
Eter
No
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1
|
Dicampurkan asam nitrat 4ml dengan
eter
|
Timbul gelembung
|
2
|
Diberi batu didih dan dipanaskan
|
Timbul warna orange pekat, timbul asap dan bau menyengat
|
3
|
Dituang larutan kedalam es
|
Larutan kembali berwarna bening dan bau bayclin
|
f)
Bahan tak dikenal
No
|
perlakuan
|
hasil
|
1
|
Ditambahkan 2 ml zat x + 2ml air
kemudian digoncangkan
|
Terdapat 2 lapisan , lapisan atas
minyak jelantah dan bagian bawah air
|
2
|
Ditambahkan 2 ml zat x +
H2SO4 2ml, lalu digoncang
|
Warnanya berubah menjadi kecoklatan
dan baunya tidak sedap
|
3
|
Ditambahkan 2 ml zat x + 2 ml klorin
diguncangkan
|
Terdapat 2 lapisan , lapisan atas
keruh dan lapisan bawah berwarna kuning
|
benzena
|
||
1
|
Ditambahkan 2 ml benzena + 2ml air ,
kemudian diguncangkan
|
Terdapat 2 lapisan, lapisan atas lebih
keruh dari pada lapisan bawah , dan dibagian atas ada gelembung
|
2
|
Ditambahkan 2ml zat benzena + 2ml H2SO4
|
Terdapat 2 lapisan, lapisan atas
bening dan lapisan bawah keruh
|
3
|
Ditambahkan 2 ml zat benzen + 2ml
kloroform diguncangkan
|
Terdapat cincin benzena
Terdapat 2 lapisan atas keruh dan bagian bawah agak keruh.
|
VIII PEMBAHASAN
8.1 Brom dalam karbon tetraklorida
pada percobaan brom dalam karbon tetraklorida ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cahaya dalam mempercepat terjadinya reaksi senyawa hidrokarbon , uji ini dikatakan positif dan terbentuk gas HBr yang merupakan asam dengan uji krtas lakmus berarti berhasil . jadi pada percobaan ini ada 2 perlakuan yaitu perlakuan ditempat gelap dan ditempat cahaya matahari, pertama Diisi 1 ml alkana kedalam tabung reaksi , ditambahkan 10-15 tetes brom diguncangkan, ditempatkan tabung dalam tempat gelap yang mana warna yang dihasilkan itu tidak berubah warnanya.kemudian diisi 1 ml alkana dan ditetesi brom diguncang ditempat terkena matahari yang menghasilkan
Warna berubah dari kuning menjadi bening.
sedangkan ketika eter yang ditambahkan beberapa tetes brom akan menghasilkan 2 fasa yang bagian atas berwarna kuning yaitu brom dan bagian bawah berwarna putih yaitu eter. reaksi pada uji bromin dengan brom itu merupakan reaksi halogenasi atau brominasi, saat direaksi ditempat yang gelap reaksi berjalan lambat dan kebalikannya saat ditempat terang reaksi akan berjalan lebih cepat
8.2 Brom
pada percobaan uji brom ini kami menggunakan 2 tabung reaksi yang masing masing itu berisi 1 ml benzena ditambahkannn beberapa tetes brom namun pada tabung kedua itu ditambahkan paku kemudian kedua tabung reaksi di panaskan dengan pemanas hingga 5 menit setelah dipanaskan benzena pada tabung 1 akan menguap dan hilang setelah 5 menit itu, sedangkan benzena pada tabung reaksi 2 itu tidak seluruhnya menguap masih tersisa dalam tabung reaksi dan pakunya juga.
8.3 larutan kalium permanganat
pada uji kalium permanganat ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya ikatan rangkap pada uji sampel yang diuji adalah n-heptana ditambahkan kalium permanganat yang menghasilkan warna ungu tanpa kemerahan ,sednagkan ketika dilakukan praktikum pencampuran kalium permanganat dengan 5 tetes eter itu menghasilkan warna ungu kemerahan, selanjutnya 1 ml benzena ditambahkan dengan 2 ml kalium permanganat menghasilkan warna yang tidak berubah. larutan KMNO4 merupakan pengoksidasi kuat, reaksi oksidasi terjadi jika warna ungu dari KMNO4 hilang dari campuran terssebut . hilangnya warna ungu dari percobaan tersebut dikarenakan adanya reaksi ion MnO4 - yang disebabkan adanya reaksi ion dengan alkena (benzena. pada percobaan ini reaksi yang terjadi yaitu:
3 R - CH = CH - R + 2 KMNO4 +H2O --> R-COH2 - CHOH - R + MnO2
8.4 Asam Sulfat Pekat
Asam sulfat berfungsi sebagai oksidator ,sehingga menyebabkan terjadinya perubahan warna. pada percobaan ini kami menggunakan n- heptana dan eter , n-heptana sebagai alkana yang digunakan dan eter sebagai sikloheksena yang digunakan, sehingga yang dilakukan pertama adalah dimasukkan asam sulfat 2 ml dan ditambahkan eter 10 tetes lalu diguncang dan didapat hasil larutan menjadi warna jingga dan agak terasa panas. kemudian dimasukkan asam sulfat pekat yang ditambahkan 10 tetes n-heptana yang menghasilkan larutan tidak larut dan menghasilkan 2 lapisan yang terbentuk.lapisan atas bening dan lapisan bawah agak keruh.
8.5 asam nitrat
pada percobaan asam nitrat ini ada 2 perlakuan yaitu pada benzena dan pada eter
yang pertama pada benzena, yang mana hasil yang didapat itu adalah ketika asam nitrat dicampur dengan benzena mengasilkan asap, lalu dimasukkan batu didih yang menghasilkan gelembung lalu dididihkan yang menghasilkan warna kuning bening lalu ketika dituang kedalam es akan menghasilkan asap dan berbau menyengat.
lalu pada percobaan eter itu ketika dicampur dengan asam nitrat menghasilkan gelembung lalu diberi batu ddih yang menghasilkan warna orange pekat dan timbul asap. kemudian dituang larutan kedalam es yang menghasilkan bau bayclin dan warna kembali bening
8.6 bahan tak dikenal
saat melaksanakan prosedur ini kami menggunakan zat 2 zat x yang tidak dikenal , pada zat x pertama itu dicampurkan dengan air 2ml lalu digoncangkan yang menghasilkan 2 fasa bagian atas itu berminyak dan bagian bawahnya itu air , setelah itu zat x pertama ditambahkan 2 ml H2SO4 yang menghasilkan bau yangtidak sedap jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa zat x tersebut adalah minyak jelanta karena saat di tambah air dia naik ke atas dan berminyak lalu menimbulkan bau yang tak sedap , setelah itu kami mengambilzat x yang kedua itu kami campurkan dengan 2 ml air yang menghasilkan 2 lapisan yang mana lapisan atas itu lebih keruh dari pada lapisan bawah dan terdapat gelembung , lalu zat x tersebut ditambahkan H2SO4 yang menghasilkan 2 lapisan juga lapisan atas bening dan bawah keruh,lalu zat x ditambahkan dengan kloroform yang membentuk cincin batas yang merupakan benzena jadi dapat disimpulkan zat x kedua adalah benzena.
MANFAAT
Dalam percobaan ini manfaat nya adalah praktikan dapat mengaplikasikan ilmu pada percobaan ini dalam kehidupan sehari hari. Dan dapat membedakan macam macam hidrokarbon ketika dunia Kemasyarakatan.
PERTANYAAN PASCA PRAKTEK
untuk video praktikum dapat dilihat pada link dibawah ini
https://youtu.be/5nJPNUvPM3w
1. ketika di tempat yang ada cahaya justru reaksi berjalan lebih cepat dari pada ditempat gelap Mengapa hal itu dapat terjadi? Dan apa pengaruhnya terhadap hasil reaksi ?
2. mengapa saat uji brom itu brom yang ada didalam tabung reaksi saat dipanaskan malah menguap dan hilang ?
3. mengapa saat pemanasan asam nitrat dan eter itu harus diberi batu didih? dan mengapa ketika larutan tersebut dituangkan kedalam es malah menimbulkan bau seperti bayclin?
KESIMPULAN
1. Dapat ditarik kesimpulan bahwa ikatan hidrokarbon jenuh adalah tunggal sedangkan hidrokarbon tak jenuh (alkena& alkuna) mempunyai ikatan rangkap 2 dan 3 sedangkan hidrokarbon aromatik senyawa lingkar beraroma 6
2. Reaksi reaksi hidrokarbon yaitu : Reaksi adisi, reaksi substitusi, reaksi eliminasi dan reaksi Oksidasi.
DAFTAR PUSTAKA
Mainil,2012. Kaji eksperimentul performasi mesin pendingin uap dengan Menggunakan refrigeran hidrokarbon sebagai alternatif refrigeran pengganti R-12 dengan sistem penggantian langsung (drop ini substitute). Jurnal mechanical. Vol 3. No 1.
Marsaoli, 2011,kandungan bahan organik, n-alkana ,aromatik,dan total hidrokarbon dalam sedimen di perairan Taha kabupaten Muba, Sulawesi tenggara, jurnal sains vol 8 no 3
Tim penuntut praktikum kimia organik 1 , 2019 penuntut praktikum kimia organik 1 , Jambi, universitas Jambi
Wilbraham, 2009, pengantar kimia organik dan hayati , Bandung : ITB
LAMPIRAN
Asam sulfat ditambah eter menjadi warna kuning
pengujian bahan tak dikenal 1
Pada saat menguji bahan tak dikenal 2
asam sulfat ditambahkan n-heptana
8.1 Brom dalam karbon tetraklorida
pada percobaan brom dalam karbon tetraklorida ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cahaya dalam mempercepat terjadinya reaksi senyawa hidrokarbon , uji ini dikatakan positif dan terbentuk gas HBr yang merupakan asam dengan uji krtas lakmus berarti berhasil . jadi pada percobaan ini ada 2 perlakuan yaitu perlakuan ditempat gelap dan ditempat cahaya matahari, pertama Diisi 1 ml alkana kedalam tabung reaksi , ditambahkan 10-15 tetes brom diguncangkan, ditempatkan tabung dalam tempat gelap yang mana warna yang dihasilkan itu tidak berubah warnanya.kemudian diisi 1 ml alkana dan ditetesi brom diguncang ditempat terkena matahari yang menghasilkan
Warna berubah dari kuning menjadi bening.
sedangkan ketika eter yang ditambahkan beberapa tetes brom akan menghasilkan 2 fasa yang bagian atas berwarna kuning yaitu brom dan bagian bawah berwarna putih yaitu eter. reaksi pada uji bromin dengan brom itu merupakan reaksi halogenasi atau brominasi, saat direaksi ditempat yang gelap reaksi berjalan lambat dan kebalikannya saat ditempat terang reaksi akan berjalan lebih cepat
8.2 Brom
pada percobaan uji brom ini kami menggunakan 2 tabung reaksi yang masing masing itu berisi 1 ml benzena ditambahkannn beberapa tetes brom namun pada tabung kedua itu ditambahkan paku kemudian kedua tabung reaksi di panaskan dengan pemanas hingga 5 menit setelah dipanaskan benzena pada tabung 1 akan menguap dan hilang setelah 5 menit itu, sedangkan benzena pada tabung reaksi 2 itu tidak seluruhnya menguap masih tersisa dalam tabung reaksi dan pakunya juga.
8.3 larutan kalium permanganat
pada uji kalium permanganat ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya ikatan rangkap pada uji sampel yang diuji adalah n-heptana ditambahkan kalium permanganat yang menghasilkan warna ungu tanpa kemerahan ,sednagkan ketika dilakukan praktikum pencampuran kalium permanganat dengan 5 tetes eter itu menghasilkan warna ungu kemerahan, selanjutnya 1 ml benzena ditambahkan dengan 2 ml kalium permanganat menghasilkan warna yang tidak berubah. larutan KMNO4 merupakan pengoksidasi kuat, reaksi oksidasi terjadi jika warna ungu dari KMNO4 hilang dari campuran terssebut . hilangnya warna ungu dari percobaan tersebut dikarenakan adanya reaksi ion MnO4 - yang disebabkan adanya reaksi ion dengan alkena (benzena. pada percobaan ini reaksi yang terjadi yaitu:
3 R - CH = CH - R + 2 KMNO4 +H2O --> R-COH2 - CHOH - R + MnO2
8.4 Asam Sulfat Pekat
Asam sulfat berfungsi sebagai oksidator ,sehingga menyebabkan terjadinya perubahan warna. pada percobaan ini kami menggunakan n- heptana dan eter , n-heptana sebagai alkana yang digunakan dan eter sebagai sikloheksena yang digunakan, sehingga yang dilakukan pertama adalah dimasukkan asam sulfat 2 ml dan ditambahkan eter 10 tetes lalu diguncang dan didapat hasil larutan menjadi warna jingga dan agak terasa panas. kemudian dimasukkan asam sulfat pekat yang ditambahkan 10 tetes n-heptana yang menghasilkan larutan tidak larut dan menghasilkan 2 lapisan yang terbentuk.lapisan atas bening dan lapisan bawah agak keruh.
8.5 asam nitrat
pada percobaan asam nitrat ini ada 2 perlakuan yaitu pada benzena dan pada eter
yang pertama pada benzena, yang mana hasil yang didapat itu adalah ketika asam nitrat dicampur dengan benzena mengasilkan asap, lalu dimasukkan batu didih yang menghasilkan gelembung lalu dididihkan yang menghasilkan warna kuning bening lalu ketika dituang kedalam es akan menghasilkan asap dan berbau menyengat.
lalu pada percobaan eter itu ketika dicampur dengan asam nitrat menghasilkan gelembung lalu diberi batu ddih yang menghasilkan warna orange pekat dan timbul asap. kemudian dituang larutan kedalam es yang menghasilkan bau bayclin dan warna kembali bening
8.6 bahan tak dikenal
saat melaksanakan prosedur ini kami menggunakan zat 2 zat x yang tidak dikenal , pada zat x pertama itu dicampurkan dengan air 2ml lalu digoncangkan yang menghasilkan 2 fasa bagian atas itu berminyak dan bagian bawahnya itu air , setelah itu zat x pertama ditambahkan 2 ml H2SO4 yang menghasilkan bau yangtidak sedap jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa zat x tersebut adalah minyak jelanta karena saat di tambah air dia naik ke atas dan berminyak lalu menimbulkan bau yang tak sedap , setelah itu kami mengambilzat x yang kedua itu kami campurkan dengan 2 ml air yang menghasilkan 2 lapisan yang mana lapisan atas itu lebih keruh dari pada lapisan bawah dan terdapat gelembung , lalu zat x tersebut ditambahkan H2SO4 yang menghasilkan 2 lapisan juga lapisan atas bening dan bawah keruh,lalu zat x ditambahkan dengan kloroform yang membentuk cincin batas yang merupakan benzena jadi dapat disimpulkan zat x kedua adalah benzena.
MANFAAT
Dalam percobaan ini manfaat nya adalah praktikan dapat mengaplikasikan ilmu pada percobaan ini dalam kehidupan sehari hari. Dan dapat membedakan macam macam hidrokarbon ketika dunia Kemasyarakatan.
PERTANYAAN PASCA PRAKTEK
untuk video praktikum dapat dilihat pada link dibawah ini
https://youtu.be/5nJPNUvPM3w
1. ketika di tempat yang ada cahaya justru reaksi berjalan lebih cepat dari pada ditempat gelap Mengapa hal itu dapat terjadi? Dan apa pengaruhnya terhadap hasil reaksi ?
2. mengapa saat uji brom itu brom yang ada didalam tabung reaksi saat dipanaskan malah menguap dan hilang ?
3. mengapa saat pemanasan asam nitrat dan eter itu harus diberi batu didih? dan mengapa ketika larutan tersebut dituangkan kedalam es malah menimbulkan bau seperti bayclin?
KESIMPULAN
1. Dapat ditarik kesimpulan bahwa ikatan hidrokarbon jenuh adalah tunggal sedangkan hidrokarbon tak jenuh (alkena& alkuna) mempunyai ikatan rangkap 2 dan 3 sedangkan hidrokarbon aromatik senyawa lingkar beraroma 6
2. Reaksi reaksi hidrokarbon yaitu : Reaksi adisi, reaksi substitusi, reaksi eliminasi dan reaksi Oksidasi.
DAFTAR PUSTAKA
Mainil,2012. Kaji eksperimentul performasi mesin pendingin uap dengan Menggunakan refrigeran hidrokarbon sebagai alternatif refrigeran pengganti R-12 dengan sistem penggantian langsung (drop ini substitute). Jurnal mechanical. Vol 3. No 1.
Marsaoli, 2011,kandungan bahan organik, n-alkana ,aromatik,dan total hidrokarbon dalam sedimen di perairan Taha kabupaten Muba, Sulawesi tenggara, jurnal sains vol 8 no 3
Tim penuntut praktikum kimia organik 1 , 2019 penuntut praktikum kimia organik 1 , Jambi, universitas Jambi
Wilbraham, 2009, pengantar kimia organik dan hayati , Bandung : ITB
LAMPIRAN
saat dipanaskan brom dan paku
Asam sulfat ditambah eter menjadi warna kuning
pengujian bahan tak dikenal 1





assalamualaikum wr. wb
ReplyDeletesaya ulul azmi akan mencoba menjawab pertanyaan no.1 yaiu ketika di tempat yang ada cahaya justru reaksi berjalan lebih cepat dari pada ditempat gelap karena beberapa faktor yang mempengaruhi seperti suhu, cahaya dan zat yg digunakan dimana pada tempat yang ada cahaya suhu lebih tinggi dari pada ditempat yang gelap sehingga ditempat yang terang reaksinya terjadi oksidasi sehinnga reaksi menjadi cepat dibandingkan ditempat yang gelap. semoga membantu...
Assalamualaikum, perkenalkan saya RAHMADANSAH Nim: A1C118066 ingin membantu menjawab permasalahan nomor 2, tidak kedua tabung yang berisi Brom menghilang, tabung yang tanpa paku brom akan hilang semua, sedangkan Brom yang ada paku masih tersisa, mengapa tabung tanpa paku tersebut menghilangkan, ketika Brom direaksikan dengan benzen disana ketika Brom dipanaskan dengan benzen akan membentuk senyawa radikal bebas H-Br maka dari itu Brom hilang membentuk senyawa radikal bebas H-Br.
ReplyDeleteAssalamu'alaikum wr wb ,haii septi ...
ReplyDeletePerkenalkan saya Nada Fitri Rahman , nim : A1C118057 kelas reguler A 18 ,pendidikan kimia fkip unja .
Saya akan mencoba menjawab pertanyaam septi nomor 3 , yang mana septi menanyakan bahwa mengapa memakai batu didih, saat memanaskan asam nitrat+eter . Dan mengapa saat di tuangkan ke dalam air es ada timbul bau seperti bayclin? Nah penambahan batu didih itu menurut saya agar saat as.nitrat dipanaskan dengan adanya bati didih panas yang disalurkan ke as.nitrat dan eter itu dapat merata dengan sempurna serta menghindari terjadinya titik lewat didih. Untuk kenapa saat larutan dituangkan ke dalam es baubyang ditimbulkan olrh larutan adalah seperti bau bayclin itu dikarenakan yang tadinya saat didihkan ikatan dari asam nitrat dan eter saat bercampur itu ikatannya mengurai saat di masukkan ke dalam es menjadi satu lagi. Hal ini yg menyebabkan bau yang ditimbulkan nya menjadi khas
Terimakasih