Saturday, February 1, 2020

laporan praktikum Analisa Kualitatif Unsur Unsur Zat Organik Dan Penentuan Kelas Kelarutan
  LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1

DIBUAT OLEH : SEPTIA MISCA DALVANNY
NIM: A1C118005
KELAS : REGULER A 2018

DOSEN PENGAMPU 
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M,Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI 
2020



    
     
VIII TUJUAN PENGAMATAN

  • Praktikan diharapkan dapat mengetahui prinsip dasar dalam analisa kualitatif dalam kimia organik
  • Praktikan diharapkan dapat mengetahui tahapan kerja analisa dari unsur karbon,hidrogen,belerang,nitrogen,halogen didalam senyawa organik serta penentuan kelas kelarutannya. 
  •  Praktikan diharapkan dapat m encoba beberapa senyawa unknown untuk dianalisa

IX MANFAAT
-Dengan dilakukannya praktikum ini dapat bermanfaat bagi praktikan adalah dapat mengetahui cara cara uji unsur unsur organik
- Dengan dilakukannya praktikum ini dapat bermanfaat bagi praktikan adalah untuk penelitian kandungan unsur unsur organik dalam senyawa
- Dengan dilakukannya praktikum ini dapat bermanfaat bagi praktikan adalah dapat mengetahui perbedaan kelarutan setiap senyawa
- Dengan dilakukannya praktikum ini dapat bermanfaat bagi praktikan adalah untuk menulis karya tulis ilmiah tentang unsur senyawa organik

X PROSEDUR
dapat dilihat pada link dibawah ini 



XI DATA PENGAMATAN
Karbon dan hidrogen
Perlakuan
Hasil
1 gram CuO kering dipanaskan
Ditambahkan gula
Dialirkan pipa (CaCOH)2) lalu dipanaskan
Tidak berubah hanya kering
CuO bercampur dengan gula dan meleleh
Timbul uap dan gas

Halogen
Perlakuan
Hasil
Tes beilstein. Dipanaskan kawat tembaga sampai kemerah merahan lalu didinginkan dan di tetesi CCl4 , dipijarkan lalu diamati warna nyala

Warna nyala nya menghasilkan warna orange

Tes CaO. Dipanaskan CaO dalam tabung besar , ditetesi CCl4 dan didihkan dengan air suling + HNO3 encer
Mengeluarkan bau, kemudian timbul gelembung disekitar kulit telur dan warna larutan menjadi jernih



Metode leburan dengan natrium
Belerang
Perlakuan
Hasil
Larutan L (putih telur) ditambahkan dengan asam pekat HCL (diasamkan) lalu didihkan , diperiksa gas melalui kertas saring yang dibasahi dengan Pb asetat 10% + larutan nitroprosside
Timbul gas disertakan bau yang tidak sedap dan gumpalan gumpalan putih


 Nitrogen
Perlakuan
Hasil
3 ml larutan L + 3 tetes larutan FeSO4
Ditambahkan 1 tetes FeCl2
Ditambahkan 5 tetes KF 10%
Ditambahkan 1-2 ml NaOH 10 % dididihkan
Asamkan dengan asam sulfat encer
pada awalnya larutan berwarna hitam lalu berubah menjadi kuning kebeningan dan terdapat endapan yang berwarna biru berlin
 


Halogen
Perlakuan
Hasil
Larutan L (putih telur + HCl) diasamkan dengan HNO3 encer , didihkan untuk menghilangkan HCN atau H2S + AgNO3 encer lalu dididihkan lagi
Terdapat endapan coklat kehitaman yang cukup banyak


Penentuan kelas kelarutan
Kelarutan dalam air

Perlakuan
Hasil
Dimasukkan 0,1 gram gula + 3ml air suling, kocok kuat kuat
Larutan jernih (+), larut
0,1 gram garam + 3ml air suling, kocok kuat kuat
Larutan jernih (+), larut
0,1 gram minyak + 3ml air suling, kocok kuat kuat
Larutan keruh (-)
0,1 gram tepung + 3ml air suling, kocok kuat kuat
Larutan keruh(-)
 
Kelarutan dalam eter

Perlakuan
Hasil
Dimasukkan 0,1 gram gula + 3ml eter
Jernih (+)
0,1 gram garam + 3ml eter, kocok kuat kuat
Jernih (+)
0,1 gram minyak + 3ml eter, kocok kuat kuat
Jernih (+)
0,1 gram tepung + 3ml eter , kocok kuat kuat
Keruh (-)



Kelarutan dalam NaOH 5%

Perlakuan
Hasil
Dimasukkan 0,1 gram gula + 3ml NaOH 5%
Jernih (+)
0,1 gram garam + 3ml NaOH 5%, kocok kuat kuat
jernih (+)
0,1 gram minyak + 3ml NaOH 5%, kocok kuat
Keruh (-)
0,1 gram tepung + 3ml NaOH 5%, kocok kuat
Keruh (-)


Kelarutan dalam HCl

Perlakuan
Hasil
Dimasukkan 0,1 gram gula + 5ml HCl 5%
Larutan jernih (+), terasa agak panas
0,1 gram garam + 3ml HCl 5%, kocok kuat kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram minyak + 3ml HCl 5%, kocok kuat
Jernih (+)
0,1 gram tepung + 3ml HCl 5%, kocok kuat
Jernih (+)

 
Kelarutan dalam NaHCO3 5%

Perlakuan
Hasil
Dimasukkan 0,1 gram gula + 3ml NaHCO3 5%
Timbul gas CO2 (+)
0,1 gram garam + 3ml NaHCO3 5%, kocok kuat
Tidak Timbul gas CO2 (-)
0,1 gram minyak + 3ml NaHCO3 5%, kocok kuat
Tidak Timbul gas CO2 (-)
0,1 gram tepung + 3ml NaHCO35%, kocok kuat
Tidak Timbul gas CO2 (-)



Kelarutan dalam H2SO4 pekat

Perlakuan
Hasil
Dimasukkan 0,1 gram gula + 3ml H2SO4 pekat kocok
Larutan jernih (+) tidak berwarna
0,1 gram garam + 3ml, H2SO4 pekat kocok kuat
Larutan jernih (+) tidak berwarna
0,1 gram minyak + 3ml, H2SO4 pekat kocok kuat
Larutan jernih (+) berwarna orange

0,1 gram tepung + 3ml, H2SO4 pekat kocok kuat
Larutan jernih (+) berwarna orange
 
 

Kelarutan H3PO4 pekat

Perlakuan
Hasil
Dimasukkan 0,1 gram gula + 3ml H3PO4 pekat
Larutan jernih (+)
0,1 gram garam + 3ml H3PO4 pekat kocok kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram minyak + 3ml H3PO4 pekat kocok kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram tepung + 3ml H3PO4 pekat kocok kuat
Larutan jernih (+) tapi timbul endapan
 



XII PEMBAHASAN
      Analisis unsur senyawa organik dilakukan dengan beberapa cara berikut ini yaitu pertama diukur beberapa massa sampel lalu dibakar sehingga menghasilkan karbon dioksida(CO2) dan air (H2O) yang kemudian terjebak dalam absorban tertentu yang mengakibatkan terjadi penyerapan CO2 dan H2O, sehingga kita dapat menentukan jumlah karbon dan hidrogen dalam sampel. Metode pembakaran ini sudah dikenal sejak dulu pada zaman lavoiser dan disempurnakan oleh leibig dengan metode pembakaran modern yaitu dengan kromatografi gas bukan dengan penimbangan lagi, namun tetap menggunakan prinsip yang sudah ada(Yoshito,2009).    
      Pada tes nitrogen yaitu tes lassaigne, natrium sianida diubah menjadi natrium ferrosianida yang akan menghasilkan endapan biru dari Fe4 (Fe(CN)6)3  sedangakan pada tes halogen(tes halida perak) NaX dengan larutan AgNo3 dalam suasana asam nitrat akan menghasilkan endapan AgX yang berwarna AgCl putih abu, AgBr kuning, selanjutnya pada uji belerang bila mengandung S akan menghasilkan endapan cokelat tua , jika digunakan larutan Na nitroprosside akan menghasilkan warna merah ungu (Tim penuntun  praktikum kimia organik I,2016).
       Menurut (parlan,2013) ada beberapa faktor yang dpat mempengaruhi kelarutan yaitu:
-          - Suhu, ketika suhu naikmaka kelarutan senyawa organik juga akan meningkat
-          - Tekanan, pada fase terembun tekanan sangat berpengaruh terhadap suatu kelarutan senyawa organik
Namun pada dasarnya sebagian besar senyawa organik tidak larut dalam air kecuali untuk molekul amina dan oksigen. Sehingga kelarutan dalam air dapat juga ditentukan dengan keberdaan asam dan basa encer yang memberikan informasi dengan mendeteksi ada atau tidaknya kelompok fungsional tertentu.

1. Analisis Unsur

a.      Karbon dan hidrogen
Pada percobaan ini menggunakan serbuk CuO yang berwarna hitam , pada percobaan ini praktikan menggunakan metode pemanasan serbu CuO tersebut yang diletaakkan diatas cawan porselin kemudian ditambahkan dengan gula yang lebih kurang 0,1 gram gula. Ketika CuO dipanaskan tidak terjadi perubahan apa apa pada CuO hanya saja CuO menjadi lebih kering. Kemudian ketika CuO bercampur dengan gula terjadi pelelehan diantara keduanya. Sedangkan fungsi gula yang ditambahkan adalah dikarenakan gula mengandung senyawa organik yang akan di uji. Sedangkan Fungsi dari CuO adalah sebagai oksidator  yang dapat mempercepat proses reaksi dari pembakaran gula. Setelah itu dialirkan menggunakan pipa pengalir gas ke dalam  labu Erlenmeyer yang lain yang telah  berisi air kapur Ca(OH)2 ketika terjadi pencampuran antara air kapur dan gas terbentuklah endapan CaCo3 dengan reaksisebagai berikut:

Ca(OH)2 + CO2    CaCO3 + H2O
Sehingga dapat disimpulkan pada senyawa organik tersebut terdapat unsur C dan H.


b. Halogen
- Tes boilstein

        Pada percobaan analisis unsur halogen itu menggunakan 2 tes yaitu ada tes boilstein dan tes CaO, percobaan yang duluan dilakukan adalah tes boilstein yang mana tes ini merupakan tes yang didasarkan dengan sifat beberapa senyawa nya yang  nantinya akan terbentuk senyaw a tembaga yang menguap dan terdapat warna. Yang mana pada percobaan ini Dipanaskan kawat tembaga sampai kemerah merahan lalu didinginkan dan di tetesi CCl4 , dipijarkan lalu diamati warna nyala pada percobaan yang praktikan lakukan kami mendapatkan warna nyala nya berwarna orange.

             - Tes CaO
     Pada tes ini , CaO yang seharusnya digunakan pada tes initidak tersedia sehingga praktikanmenggantinya dengan kulit telur.  Yang dilakukan adalah memanaskan CaO dalam tabung besar lalu ditetesi CCl4 dan dididihkan dengan air suling hasilnya mengeluarkan bau yang kurang sedap dan terdapat gelembung gelembung pada sekitaran kulit telur setelah ditambahkan HNO3 encer dengan warna larutan tetap terlihat jernih. 


         . c.  Metode leburan dengan Natrium
     c.1 Belerang 
      Pada percobaan belerang ini praktikan menggunakan larutan L yang seharusnya larutan L itu dibuat dengan menggunakan leburan Na yang nantinya akan diproses menjadi larutan L, namun dikarenakan Na nya tidak ada maka praktikan menggunakan putih telur sebagai larutan L nya.
      Yang dilakukan pertama adalah mengambil  Larutan L (putih telur) ditambahkan dengan asam pekat HCL (diasamkan) lalu didihkan setelah itu diperiksa gas melalui kertas saring yang dibasahi dengan Pb asetat 10% + larutan nitroprosside, sehingga dapat diamati Timbulnya gas disertakan bau yang tidak sedap dan gumpalan gumpalan putih. Pada literatur belerang itu terdapat didalam protein yang mengeluarkan bau yang kurang sedap karena timbulnya gas, sehingga dapat disimpulkan bahwa larutan L mengandung belerang.

    c.2 Nitrogen 
      Pertama diambil 3 ml larutan L ditambah  3 tetes larutan FeSO4 lalu  Ditambahkan 1 tetes FeCl2  menghasilkan warna  hitam setelah itu Ditambahkan 5 tetes KF 10% lalu Ditambahkan 1-2 ml NaOH 10 % dididihkan dan diasamkan dengan asam sulfat encer yang kemudian berubah menjadi warna kuning kebeningan dan terdapat endapan berwarna biru berlin.


   c.3 Halogen
       Larutan L (putih telur + HCl) diasamkan dengan HNO3 encer  kemudian dididihkan untuk menghilangkan HCN atau H2S yang keluar saat dilakukan proses pendidihan lalu ditambahkan AgNO3 encer lalu dididihkan lagi sehingga didapatkan hasilnya Terdapat endapan coklat kehitaman yang cukup banyak. Hal ini menandakan adanya halogen.

2. penentuan kelas kelarutan
a. kelarutan dalam air
      Pada percobaan pengujian kelarutan dalam air ini praktikan menggunakan 4 macam sampel yang akan diuji yaitu gula,garam,minyak dan tepung. Sampel pertama yang digunakan adalah gula yang merupakan senyawa organik diambil 0,1 gramgula yang dilarutkan dalam 3ml air suling dikocok sehingga didapatkan larutan yang jernih hal ini menandakan bahwa gula larut dalam air (+). Sampel kedua yaitu garam sama seperti gula , garam juga larut dalam air (+). Sampel ketiga yaitu minyak , yang mengasilkan larutan menjadi keruh (-) artinya minyak tidak larut dalam air suling. Hal ini terjadi dikarenakan air adalah molekul polar dan minyak adalah molekul non polar. artinya Cairan non polar akan tidak dapat larut dalam cairan polar. Hal ini dikarenakan Air membentuk ikatan hidrogen antara atom oksigen dan hidrogen. Ketika air bertemu molekul minyak yang nonpolar, molekul air hanya dapat menempel pada molekul organik. Sehingga minyak akan selalu berada di atas air hal ini  dikarenakan massa jenis air yang lebih besar daripada massa jenis munyak.Sampel keempat yaitu tepung ketika tepung dicampurkan dengan air suling maka air tempak keruh (-).

b. kelarutan dalam eter
      Pada percobaan selanjutnya yaitu kelarutan dalam eter , praktikan menggunakan eter dalam percobaan ini dengan menggunakan beberapa sampel yang sama dengan percobaankelarutan dalam air. Padasampel gula didapatkan hasil larutanjernih namun eter bersifat non polar sedangkan gula bersifat polar sehingga gula tidak larut dalam eter. Pada sampel yang kedua yaitu garam samaseperti gula , larutan jernih namun garam tidak larut dalam eter dikarenakan garam bersifat polar dan eter bersifat non polar.pada sampel tepung menghasilkan larutan yang keruh artinya tepung tak larut dalam eter.pada sampel keempat yaitu minyak menghasilkan larutan jernih  (+) artinya minyak larut dalam eter.

C.  kelarutan dalam NaOH 5%
      Pada sampel gula menghasilkan larutan yang jernih hal ini berarti gula larut dalam NaOH 5%.
Pada sampel garam samadengan gula larutan berwarna jernih garam larut dalam NaOH 5% (+). Pada sampel minyak larutan spontan menjadi keruh yang berarti minyak tak larut dalam NaOH 5%. Begitu jugan dengan sampel tepung menghasilkan larutan yang keruh. Hal ini dikarenakan Sesuai dengan sifat Like Dissolve Like yaitu senyawa akan melarutkan senyawa lain yang mempunyai sifat yang sama dengan senyawa tersebut.

d. Kelarutan dalam NaHCO3 5%
     Sampel pertama adalah Gula. Saat dilarutkan dengan NaHCO3 5% larutan jernih dan menimbulkan gas CO2 maka gula larut dalam NaHCO3 5%.
Sampel kedua adalah garam sama seperti gula , garam menimbulkan gas dan larutan jernih. Sampel ketiga yaitu minyak pada minyak tidak menimbulkan gelembung gas dan larutan keruh sehingga minyak tidak larut dalam NaHCO3 5%. Pada sampel keempat tepung hasilnya sama seperti sampel minyak.

e. kelarutan dalam HCl
      Pada percobaan ini sampel pertama adalah gula yang menghasilkan larutan jernih (+) dan terasa agak panas. Pada sampel kedua yaitu garam yang menghasilkan warna jernih dikarenakan larut (+) dan agak panas. Selanjutnya minyak, sama seperti gula dan garam minyak (+) larut dalam HCl. Selanjutnya tepung , tepung menghasilkan larutan yang jernih dan larut dalam HCl.

f. kelarutan dalam H2SO4
      Pada percobaan ini , gula menghasilkan larutan jernih artinya gula larut dalam H2SO4, sampel kedua garam, sama seperti gula larutan jernih ,sampel ketiga minyak sama seperti gula dan garam yang mengahsilkan warna larutan jernih. Selanjutnya sampel ke 4 yaitu tepung yang menghasilkan larutan jernih.

g. kelarutan dalam H3PO4
Gula, larutan jernih dan menandakan bahwa larut. Tepung, larutan jernih menandakan larut(+). Minyak larutan juga jernih menandakan larut dan garam larutan juga jernih menandakan larutan jernih.
            
Video praktikum dapat dilihat dibawah ini
https://youtu.be/OJCJh4KA4AY

XIII PERTANYAAN PASCA

1.       Mengapa pada uji belerang untuk pemeriksaan gas menggunakan kertas saring yang telah ditetesi Pb asetat 10%?
2.       Mengapa pada uji halogen , larutan L harus di asamkan dengan HNO3?
3.       Apa kegunaan penambahan AgNO3 dalam percobaan Halogen?
                                                   
XIV KESIMPULAN
  1.  Prinsip dasar dalam analisa kualitatif didalam kimia organik yaitu menganalisa dengan menggunakan teknik tertentu seperti pemisahan,warna nyala, pengendapan, dll dengan begitu dapat diidentifikasiunsur apa saja yang terdapat dalam sampel

  2.Tahapan kerja analisa senyawa kimia organik dari karbon dan hidrogen adalah dengan pembakaran gula kemudian ditambahkanCuO. Sedangkan untuk analisa belerang yaitu dengan menambahkan larutan tertentu kedalam sampel sehingga muncul warna kuning yang berarti  terdapat belerang dalam sampel. Untuk analisa nitrogen yaitu dengan menambahkan larutan tertentu yang ditandai dengan adanya warna biru berlin. Sedangkan untuk analisa halogen ada dua tes yaitu tes beilstein dan tes CaO, setelah itu untuk tes kelarutan dilakukan dengan menambkan zat  terlarut kedalam pelarut lalu dikocok dan diamati.

3. Unsur unknown yang diamati yaitu larutan L dalam percobaan nitrogen larutan L adalah putih telur ditambah HCL .


XV DAFTAR PUSTAKA

Parlan,2003,Kimia Organik I, Malang: JICA

Syamsurizal,2019,Analisa Kualitatif Senyawa Organik , Diakses pada 25 Januari 2020. pukul 20:00

Takeuchi,Yashito,2006,Buku Teks Pengantar Kimia, Iwanami Shouten : Tokyo

Tim Kimia Organik ,2016, Penuntun Praktikum Kimia Organik I, Jambi : Universitas Jambi

Wahyuningsih,2015,Optimasi Perbandingan Tween 80 dan Polietiteglikon 400 pada formula self  nano emulsi fying drug delivery system minyak besi jinten hitam, vol .2 . No.02.ISSN : 163-3591

Wibraham, Pengantar Kimia Organik Dan Hayati, Bandung : ITB

Yusuf, Nampira,2000, Penggunaan Spektofluorimeter untuk analisa unsur dalam larutan. ISSN:  0852-4772

XVI LAMPIRAN GAMBAR


Gambar 1. Hasil analisis unsur halogen



 Gambar 2. Bahan bahan yang digunakan dalam praktikum 



 Gambar 3. Uji kelarutan gula dalam air yang menghasilkan larutan jernih



 Gambar 4. Analisa Unsur halogen menggunakan CaO yang menggunakan kulit telur



Gambar 5. Hasil analisa unsur halogen menggunakan tes beilstein




 

3 comments:

  1. Assalamualaikum, saya Fadillah Fatma dengan NIM A1C118092 ingin menjawab pertanyaan dari soal nomor 3. Jadi, penambahan dari AgNO3 ke dalam larutan pada percobaan halogen adalah untuk membentuk endapan sebagai produk atas reaksi larutan tersebut dengan AgNO3.

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum, saya Cici Indah Septiana NIM A1C118069 kelas reguler A 2018. Hai septi, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2. Menurut saya HNO3 akan mengasamkan larutan yang sebelumnya bersifat basa, dan HNO3 akan membuat larutan memberikan tanda ada unsur apa dalam larutan tersebut dan juga untuk melihat larutan jernih atau keruh. Terima kasih, Wassalamualaikum

    ReplyDelete
  3. Baik, perkenalkan nama Saya Trixie Fedora Ima Gulo dengan nim A1C118077 membantu menjawab pertanyaan nomor 1 fungsi Pb-Asetat pada uji belerang adalah, ketika asap menggempul menangkap belerang yang menguap menempel pada kertas saring ditunjukkan dengan warna kuning kecoklatan. Semoga membantu

    ReplyDelete