laporan praktikum Analisa Kualitatif Unsur Unsur Zat Organik Dan Penentuan Kelas Kelarutan
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1
DIBUAT OLEH : SEPTIA MISCA DALVANNY
NIM: A1C118005
KELAS : REGULER A 2018
DOSEN PENGAMPU
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M,Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VIII TUJUAN PENGAMATAN
- Praktikan diharapkan dapat mengetahui prinsip dasar dalam analisa kualitatif dalam kimia organik
- Praktikan diharapkan dapat mengetahui tahapan kerja analisa dari unsur karbon,hidrogen,belerang,nitrogen,halogen didalam senyawa organik serta penentuan kelas kelarutannya.
- Praktikan diharapkan dapat m encoba beberapa senyawa unknown untuk dianalisa
IX MANFAAT
-Dengan dilakukannya praktikum ini dapat bermanfaat bagi
praktikan adalah dapat mengetahui cara cara uji unsur unsur organik
- Dengan dilakukannya praktikum ini dapat bermanfaat bagi
praktikan adalah untuk penelitian kandungan unsur unsur organik dalam senyawa
- Dengan dilakukannya praktikum ini dapat bermanfaat bagi
praktikan adalah dapat mengetahui perbedaan kelarutan setiap senyawa
- Dengan dilakukannya praktikum ini dapat bermanfaat bagi
praktikan adalah untuk menulis karya tulis ilmiah tentang unsur senyawa organik
X PROSEDUR
dapat dilihat pada link dibawah ini
XI DATA PENGAMATAN
Karbon dan hidrogen
Perlakuan
|
Hasil
|
1 gram CuO kering dipanaskan
Ditambahkan gula
Dialirkan pipa (CaCOH)2) lalu dipanaskan
|
Tidak berubah hanya kering
CuO bercampur dengan gula dan meleleh
Timbul uap dan gas
|
Halogen
Perlakuan
|
Hasil
|
Tes beilstein. Dipanaskan kawat tembaga sampai kemerah merahan lalu
didinginkan dan di tetesi CCl4 , dipijarkan lalu diamati warna
nyala
|
Warna nyala nya menghasilkan warna
orange
|
Tes CaO. Dipanaskan CaO dalam tabung besar , ditetesi CCl4
dan didihkan dengan air suling + HNO3 encer
|
Mengeluarkan bau, kemudian timbul gelembung disekitar kulit telur dan
warna larutan menjadi jernih
|
Metode leburan dengan natrium
Belerang
Perlakuan
|
Hasil
|
Larutan L (putih telur) ditambahkan dengan asam pekat HCL (diasamkan)
lalu didihkan , diperiksa gas melalui kertas saring yang dibasahi dengan Pb
asetat 10% + larutan nitroprosside
|
Timbul gas disertakan bau yang tidak sedap dan gumpalan gumpalan
putih
|
Nitrogen
Perlakuan
|
Hasil
|
3 ml larutan L + 3 tetes larutan FeSO4
Ditambahkan 1 tetes FeCl2
Ditambahkan 5 tetes KF 10%
Ditambahkan 1-2 ml NaOH 10 % dididihkan
Asamkan dengan asam sulfat encer
|
pada awalnya larutan berwarna hitam lalu berubah menjadi kuning kebeningan dan terdapat endapan yang berwarna biru berlin
|
Halogen
Perlakuan
|
Hasil
|
Larutan L (putih telur + HCl) diasamkan dengan HNO3 encer , didihkan
untuk menghilangkan HCN atau H2S + AgNO3 encer lalu dididihkan lagi
|
Terdapat endapan coklat kehitaman yang cukup banyak
|
Penentuan kelas kelarutan
Kelarutan dalam air
Perlakuan
|
Hasil
|
Dimasukkan 0,1 gram gula + 3ml air suling, kocok kuat kuat
|
Larutan jernih (+), larut
|
0,1 gram garam + 3ml air suling, kocok kuat kuat
|
Larutan jernih (+), larut
|
0,1 gram minyak + 3ml air suling, kocok kuat kuat
|
Larutan keruh (-)
|
0,1 gram tepung + 3ml air suling, kocok kuat kuat
|
Larutan keruh(-)
|
Kelarutan dalam eter
Perlakuan
|
Hasil
|
Dimasukkan 0,1 gram gula + 3ml eter
|
Jernih (+)
|
0,1 gram garam + 3ml eter, kocok kuat kuat
|
Jernih (+)
|
0,1 gram minyak + 3ml eter, kocok kuat kuat
|
Jernih (+)
|
0,1 gram tepung + 3ml eter , kocok kuat kuat
|
Keruh (-)
|
Kelarutan dalam NaOH 5%
Perlakuan
|
Hasil
|
Dimasukkan 0,1 gram gula + 3ml NaOH 5%
|
Jernih (+)
|
0,1 gram garam + 3ml NaOH 5%, kocok kuat kuat
|
jernih (+)
|
0,1 gram minyak + 3ml NaOH 5%, kocok kuat
|
Keruh (-)
|
0,1 gram tepung + 3ml NaOH 5%, kocok kuat
|
Keruh (-)
|
Kelarutan dalam HCl
Perlakuan
|
Hasil
|
Dimasukkan 0,1 gram gula + 5ml HCl 5%
|
Larutan jernih (+), terasa agak panas
|
0,1 gram garam + 3ml HCl 5%, kocok kuat kuat
|
Larutan jernih (+)
|
0,1 gram minyak + 3ml HCl 5%, kocok kuat
|
Jernih (+)
|
0,1 gram tepung + 3ml HCl 5%, kocok kuat
|
Jernih (+)
|
Kelarutan dalam NaHCO3 5%
Perlakuan
|
Hasil
|
Dimasukkan 0,1 gram gula + 3ml NaHCO3 5%
|
Timbul gas CO2 (+)
|
0,1 gram garam + 3ml NaHCO3 5%, kocok kuat
|
Tidak Timbul gas CO2 (-)
|
0,1 gram minyak + 3ml NaHCO3 5%, kocok kuat
|
Tidak Timbul gas CO2 (-)
|
0,1 gram tepung + 3ml NaHCO35%, kocok kuat
|
Tidak Timbul gas CO2 (-)
|
Kelarutan dalam H2SO4 pekat
Perlakuan
|
Hasil
|
Dimasukkan 0,1 gram gula + 3ml H2SO4 pekat
kocok
|
Larutan jernih (+) tidak berwarna
|
0,1 gram garam + 3ml, H2SO4 pekat kocok kuat
|
Larutan jernih (+) tidak berwarna
|
0,1 gram minyak + 3ml, H2SO4 pekat kocok kuat
|
Larutan jernih (+) berwarna orange
|
0,1 gram tepung + 3ml, H2SO4 pekat kocok kuat
|
Larutan jernih (+) berwarna orange
|
Kelarutan H3PO4 pekat
Perlakuan
|
Hasil
|
Dimasukkan 0,1 gram gula + 3ml H3PO4 pekat
|
Larutan jernih (+)
|
0,1 gram garam + 3ml H3PO4 pekat kocok kuat
|
Larutan jernih (+)
|
0,1 gram minyak + 3ml H3PO4 pekat kocok kuat
|
Larutan jernih (+)
|
0,1 gram tepung + 3ml H3PO4 pekat kocok kuat
|
Larutan jernih (+) tapi timbul endapan
|
XII PEMBAHASAN
Analisis unsur senyawa organik dilakukan dengan beberapa cara berikut ini yaitu pertama diukur beberapa massa sampel lalu dibakar sehingga menghasilkan karbon dioksida(CO2) dan air (H2O) yang kemudian terjebak dalam absorban tertentu yang mengakibatkan terjadi penyerapan CO2 dan H2O, sehingga kita dapat menentukan jumlah karbon dan hidrogen dalam sampel. Metode pembakaran ini sudah dikenal sejak dulu pada zaman lavoiser dan disempurnakan oleh leibig dengan metode pembakaran modern yaitu dengan kromatografi gas bukan dengan penimbangan lagi, namun tetap menggunakan prinsip yang sudah ada(Yoshito,2009).
Pada tes nitrogen yaitu tes lassaigne, natrium sianida
diubah menjadi natrium ferrosianida yang akan menghasilkan endapan biru dari Fe4
(Fe(CN)6)3 sedangakan pada tes halogen(tes halida perak)
NaX dengan larutan AgNo3 dalam suasana asam nitrat akan menghasilkan
endapan AgX yang berwarna AgCl putih abu, AgBr kuning, selanjutnya pada uji
belerang bila mengandung S akan menghasilkan endapan cokelat tua , jika
digunakan larutan Na nitroprosside akan menghasilkan warna merah ungu (Tim
penuntun praktikum kimia organik
I,2016).
Menurut (parlan,2013) ada beberapa faktor yang dpat mempengaruhi
kelarutan yaitu:
-
- Suhu, ketika suhu naikmaka kelarutan senyawa
organik juga akan meningkat
-
- Tekanan, pada fase terembun tekanan sangat
berpengaruh terhadap suatu kelarutan senyawa organik
Namun pada dasarnya sebagian besar senyawa organik tidak
larut dalam air kecuali untuk molekul amina dan oksigen. Sehingga kelarutan
dalam air dapat juga ditentukan dengan keberdaan asam dan basa encer yang
memberikan informasi dengan mendeteksi ada atau tidaknya kelompok fungsional
tertentu.
1. Analisis Unsur
a.
Karbon
dan hidrogen
Pada
percobaan ini menggunakan serbuk CuO yang berwarna hitam , pada percobaan ini
praktikan menggunakan metode pemanasan serbu CuO tersebut yang diletaakkan
diatas cawan porselin kemudian ditambahkan dengan gula yang lebih kurang 0,1
gram gula. Ketika CuO dipanaskan tidak terjadi perubahan apa apa pada CuO hanya
saja CuO menjadi lebih kering. Kemudian ketika CuO bercampur dengan gula
terjadi pelelehan diantara keduanya. Sedangkan fungsi gula yang ditambahkan
adalah dikarenakan gula mengandung senyawa organik yang akan di uji. Sedangkan Fungsi dari CuO adalah sebagai
oksidator yang dapat mempercepat proses
reaksi dari pembakaran gula. Setelah itu dialirkan menggunakan pipa pengalir
gas ke dalam labu Erlenmeyer yang lain
yang telah berisi air kapur Ca(OH)2
ketika terjadi pencampuran antara air kapur dan gas terbentuklah endapan CaCo3
dengan reaksisebagai berikut:
Ca(OH)2 + CO2 → CaCO3
+ H2O
Sehingga dapat disimpulkan pada senyawa organik
tersebut terdapat unsur C dan H.
b. Halogen
- Tes boilstein
Pada
percobaan analisis unsur halogen itu menggunakan 2 tes yaitu ada tes boilstein
dan tes CaO, percobaan yang duluan dilakukan adalah tes boilstein yang mana tes
ini merupakan tes yang didasarkan dengan sifat beberapa senyawa nya yang nantinya akan terbentuk senyaw a tembaga yang
menguap dan terdapat warna. Yang mana pada percobaan ini Dipanaskan
kawat tembaga sampai kemerah merahan lalu didinginkan dan di tetesi CCl4
, dipijarkan lalu diamati warna nyala pada percobaan yang praktikan lakukan
kami mendapatkan warna nyala nya berwarna orange.
- Tes CaO
Pada tes ini , CaO yang seharusnya digunakan pada tes
initidak tersedia sehingga praktikanmenggantinya dengan kulit telur. Yang dilakukan adalah memanaskan CaO dalam
tabung besar lalu ditetesi CCl4 dan dididihkan dengan air suling
hasilnya mengeluarkan bau yang kurang sedap dan terdapat gelembung gelembung
pada sekitaran kulit telur setelah ditambahkan HNO3 encer dengan warna larutan
tetap terlihat jernih.
. c.
Metode leburan dengan Natrium
c.1 Belerang
Pada percobaan belerang ini
praktikan menggunakan larutan L yang seharusnya larutan L itu dibuat dengan
menggunakan leburan Na yang nantinya akan diproses menjadi larutan L, namun
dikarenakan Na nya tidak ada maka praktikan menggunakan putih telur sebagai larutan
L nya.
Yang dilakukan pertama adalah
mengambil Larutan L (putih telur)
ditambahkan dengan asam pekat HCL (diasamkan) lalu didihkan setelah itu
diperiksa gas melalui kertas saring yang dibasahi dengan Pb asetat 10% + larutan
nitroprosside, sehingga dapat diamati Timbulnya gas disertakan bau yang tidak
sedap dan gumpalan gumpalan putih. Pada literatur belerang itu terdapat didalam
protein yang mengeluarkan bau yang kurang sedap karena timbulnya gas, sehingga
dapat disimpulkan bahwa larutan L mengandung belerang.
c.2 Nitrogen
Pertama
diambil 3 ml larutan L ditambah 3 tetes
larutan FeSO4 lalu Ditambahkan 1 tetes
FeCl2 menghasilkan warna hitam setelah itu Ditambahkan 5 tetes KF 10% lalu
Ditambahkan 1-2 ml NaOH 10 % dididihkan dan diasamkan dengan asam sulfat encer
yang kemudian berubah menjadi warna kuning kebeningan dan terdapat endapan
berwarna biru berlin.
c.3 Halogen
Larutan
L (putih telur + HCl) diasamkan dengan HNO3 encer kemudian dididihkan untuk menghilangkan HCN
atau H2S yang keluar saat dilakukan proses pendidihan lalu ditambahkan AgNO3
encer lalu dididihkan lagi sehingga didapatkan hasilnya Terdapat endapan coklat
kehitaman yang cukup banyak. Hal ini menandakan adanya halogen.
2. penentuan kelas kelarutan
a.
kelarutan dalam air
Pada
percobaan pengujian kelarutan dalam air ini praktikan menggunakan 4 macam
sampel yang akan diuji yaitu gula,garam,minyak dan tepung. Sampel pertama yang
digunakan adalah gula yang merupakan senyawa organik diambil 0,1 gramgula yang
dilarutkan dalam 3ml air suling dikocok sehingga didapatkan larutan yang jernih
hal ini menandakan bahwa gula larut dalam air (+). Sampel kedua yaitu garam
sama seperti gula , garam juga larut dalam air (+). Sampel ketiga yaitu minyak
, yang mengasilkan larutan menjadi keruh (-) artinya minyak tidak larut dalam air
suling. Hal ini terjadi dikarenakan
air adalah molekul polar dan minyak adalah molekul non polar. artinya Cairan non
polar akan tidak dapat larut dalam cairan polar. Hal ini dikarenakan Air
membentuk ikatan hidrogen antara atom oksigen dan hidrogen. Ketika air bertemu
molekul minyak yang nonpolar, molekul air hanya dapat menempel pada molekul
organik. Sehingga minyak akan selalu berada di atas air hal ini dikarenakan massa jenis air yang lebih besar
daripada massa jenis munyak.Sampel
keempat yaitu tepung ketika tepung dicampurkan dengan air suling maka air
tempak keruh (-).
b.
kelarutan dalam eter
Pada
percobaan selanjutnya yaitu kelarutan dalam eter , praktikan menggunakan eter
dalam percobaan ini dengan menggunakan beberapa sampel yang sama dengan
percobaankelarutan dalam air. Padasampel gula didapatkan hasil larutanjernih
namun eter bersifat non polar sedangkan gula bersifat polar sehingga gula tidak
larut dalam eter. Pada sampel yang kedua yaitu garam samaseperti gula , larutan
jernih namun garam tidak larut dalam eter dikarenakan garam bersifat polar dan
eter bersifat non polar.pada sampel tepung menghasilkan larutan yang keruh
artinya tepung tak larut dalam eter.pada sampel keempat yaitu minyak
menghasilkan larutan jernih (+) artinya
minyak larut dalam eter.
C. kelarutan dalam NaOH 5%
Pada sampel gula menghasilkan larutan yang jernih hal ini berarti gula larut dalam
NaOH 5%.
Pada
sampel garam samadengan gula larutan berwarna jernih garam larut dalam NaOH 5%
(+). Pada sampel minyak larutan spontan menjadi keruh yang berarti minyak tak
larut dalam NaOH 5%. Begitu jugan dengan sampel tepung menghasilkan larutan
yang keruh. Hal ini dikarenakan Sesuai dengan sifat Like Dissolve Like yaitu
senyawa akan melarutkan senyawa lain yang mempunyai sifat yang sama dengan
senyawa tersebut.
d. Kelarutan dalam NaHCO3 5%
Sampel pertama adalah Gula. Saat dilarutkan dengan
NaHCO3 5% larutan jernih dan menimbulkan gas CO2 maka
gula larut dalam NaHCO3 5%.
Sampel kedua adalah garam sama seperti gula , garam
menimbulkan gas dan larutan jernih. Sampel ketiga yaitu minyak pada minyak
tidak menimbulkan gelembung gas dan larutan keruh sehingga minyak tidak larut
dalam NaHCO3 5%. Pada sampel keempat tepung hasilnya sama seperti sampel
minyak.
e. kelarutan dalam HCl
Pada percobaan ini sampel pertama adalah gula yang
menghasilkan larutan jernih (+) dan terasa agak panas. Pada sampel kedua yaitu
garam yang menghasilkan warna jernih dikarenakan larut (+) dan agak panas.
Selanjutnya minyak, sama seperti gula dan garam minyak (+) larut dalam HCl.
Selanjutnya tepung , tepung menghasilkan larutan yang jernih dan larut dalam HCl.
f. kelarutan dalam H2SO4
Pada percobaan ini , gula menghasilkan larutan jernih
artinya gula larut dalam H2SO4, sampel kedua garam, sama seperti gula
larutan jernih ,sampel ketiga minyak sama seperti gula dan garam yang
mengahsilkan warna larutan jernih. Selanjutnya sampel ke 4 yaitu tepung yang
menghasilkan larutan jernih.
g. kelarutan dalam H3PO4
Gula,
larutan jernih dan menandakan bahwa larut. Tepung, larutan jernih menandakan
larut(+). Minyak larutan juga jernih menandakan larut dan garam larutan juga
jernih menandakan larutan jernih.
XIII PERTANYAAN PASCA
1.
Mengapa pada uji belerang untuk pemeriksaan gas
menggunakan kertas saring yang telah ditetesi Pb asetat 10%?
2.
Mengapa pada uji halogen , larutan L harus di
asamkan dengan HNO3?
3.
Apa kegunaan penambahan AgNO3 dalam percobaan
Halogen?
XIV KESIMPULAN
1.
Prinsip dasar dalam analisa kualitatif didalam
kimia organik yaitu menganalisa dengan menggunakan teknik tertentu seperti
pemisahan,warna nyala, pengendapan, dll dengan begitu dapat diidentifikasiunsur
apa saja yang terdapat dalam sampel
2.Tahapan kerja analisa senyawa kimia organik dari karbon dan hidrogen adalah dengan pembakaran gula kemudian ditambahkanCuO. Sedangkan untuk analisa belerang yaitu dengan menambahkan larutan tertentu kedalam sampel sehingga muncul warna kuning yang berarti terdapat belerang dalam sampel. Untuk analisa nitrogen yaitu dengan menambahkan larutan tertentu yang ditandai dengan adanya warna biru berlin. Sedangkan untuk analisa halogen ada dua tes yaitu tes beilstein dan tes CaO, setelah itu untuk tes kelarutan dilakukan dengan menambkan zat terlarut kedalam pelarut lalu dikocok dan diamati.
2.Tahapan kerja analisa senyawa kimia organik dari karbon dan hidrogen adalah dengan pembakaran gula kemudian ditambahkanCuO. Sedangkan untuk analisa belerang yaitu dengan menambahkan larutan tertentu kedalam sampel sehingga muncul warna kuning yang berarti terdapat belerang dalam sampel. Untuk analisa nitrogen yaitu dengan menambahkan larutan tertentu yang ditandai dengan adanya warna biru berlin. Sedangkan untuk analisa halogen ada dua tes yaitu tes beilstein dan tes CaO, setelah itu untuk tes kelarutan dilakukan dengan menambkan zat terlarut kedalam pelarut lalu dikocok dan diamati.
3. Unsur unknown yang diamati yaitu larutan L dalam
percobaan nitrogen larutan L adalah putih telur ditambah HCL .
XV DAFTAR PUSTAKA
Parlan,2003,Kimia Organik I, Malang: JICA
Syamsurizal,2019,Analisa Kualitatif Senyawa Organik , Diakses pada 25 Januari 2020. pukul 20:00
Takeuchi,Yashito,2006,Buku Teks Pengantar Kimia, Iwanami Shouten : Tokyo
Tim Kimia Organik ,2016, Penuntun Praktikum Kimia Organik I, Jambi : Universitas Jambi
Wahyuningsih,2015,Optimasi Perbandingan Tween 80 dan Polietiteglikon 400 pada formula self nano emulsi fying drug delivery system minyak besi jinten hitam, vol .2 . No.02.ISSN : 163-3591
Wibraham, Pengantar Kimia Organik Dan Hayati, Bandung : ITB
Yusuf, Nampira,2000, Penggunaan Spektofluorimeter untuk analisa unsur dalam larutan. ISSN: 0852-4772
XVI LAMPIRAN GAMBAR
Gambar 1. Hasil analisis unsur halogen
Gambar 2. Bahan bahan yang digunakan dalam praktikum
Gambar 3. Uji kelarutan gula dalam air yang menghasilkan larutan jernih
Gambar 4. Analisa Unsur halogen menggunakan CaO yang menggunakan kulit telur
Gambar 5. Hasil analisa unsur halogen menggunakan tes beilstein






Assalamualaikum, saya Fadillah Fatma dengan NIM A1C118092 ingin menjawab pertanyaan dari soal nomor 3. Jadi, penambahan dari AgNO3 ke dalam larutan pada percobaan halogen adalah untuk membentuk endapan sebagai produk atas reaksi larutan tersebut dengan AgNO3.
ReplyDeleteAssalamualaikum, saya Cici Indah Septiana NIM A1C118069 kelas reguler A 2018. Hai septi, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2. Menurut saya HNO3 akan mengasamkan larutan yang sebelumnya bersifat basa, dan HNO3 akan membuat larutan memberikan tanda ada unsur apa dalam larutan tersebut dan juga untuk melihat larutan jernih atau keruh. Terima kasih, Wassalamualaikum
ReplyDeleteBaik, perkenalkan nama Saya Trixie Fedora Ima Gulo dengan nim A1C118077 membantu menjawab pertanyaan nomor 1 fungsi Pb-Asetat pada uji belerang adalah, ketika asap menggempul menangkap belerang yang menguap menempel pada kertas saring ditunjukkan dengan warna kuning kecoklatan. Semoga membantu
ReplyDelete