Monday, April 20, 2020

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1
PEMBUATAN SIKLOHEKSANON


DIBUAT OLEH : SEPTIA MISCA DALVANNY
NIM: A1C118005
KELAS : REGULER A 2018

DOSEN PENGAMPU 
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M,Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI 
  2020


I JUDUL: PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

II HARI/TANGGAL: Rabu, 22 april,2020

III TUJUAN:
Adapun tujuan praktikum kali ini adalah
1.Dapat melakukan oksidasi alkohol alisiklik
2.Dapat memahami bahwa tidak hanya alkohol sekunder alifatis biasa saja yang dapat dioksidasi tetapi juga alkohol sekunder alifatik

IV LANDASAN TEORI
Menurut (penuntun praktikum kimia organik I , 2019) bahwa Pembuatan sikloheksanon ini adalah suatu contoh oksidasi alkohol sekunder alisiklik menjadi  keton alisiklik dengan oksidator kalium dikromat dalam suasana asam
C6H11-OH ----------> C6H11=O + H2O
Sikloheksanol           sikloheksanon
Mekanisme reaksi
Cr2O7 2-+ 4H+ + 3e ------> 2Cr3+ + 7H2O
H-C-OH ------> C=O + 2e-
Berdasarkan jenisnya alkohol ditentukan oleh posisi atau letak gugus OH pada rantai karbon utama karbon. Ada alkohol primer,sekunder dan tersier. Reaksi reaksi yang terjadi dalam alkohol antara lain reaksi substitusi , reaksi eliminasi, reaksi oksidasi dan reaksi esterifikasi. Reaksi oksidasi digunkan untuk membedakan setiap jenis alkohol. alkohol primer dapat dioksidasi menjadi aldehid atau asam karboksilat, alkohol sekunder jadi keton dan tersier tidak bereaksi (Fessenden,1982).
Alkohol primer dan tersier dapat dioksidasi dnegan asam kromat atau juga bisa dengan KMNO4 . Na atau K-kromat merupakan oksidator kuat , sedangkan oksidasiakan berjalan lebih baik dalm kondisi asam. Krom akan mengalami reduksi dari +6 menjadi +4 yang kurang stabil lalu berubah menjadi +3(Nurlita,2004)
Senyawa organik yang mempunyai sebuah dan yang karbonilnya dihubungkan dengan 2 karbon lainnya , oleh karenanya keton tidak tidak memiliki atom hidrogen yang terikat padanya yang menyebabkan tidak terjadi ikatan hidrogen dan tarik menarik ,namun keton dapat terjadi tarik menarik dengan molekul molekulnya bagian positif dari yang lainnya akan ditarik oleh bagian negatif lainnya (Wilbram,1992)
Sikloheksanon ini dapat dioksidasi lagi menajdi asamadipat , yang didapat saat mengoksidasi sikloheksanol atau siloheksanon dengan menggunakan oksidator asam nitrit HNO2 namun emisi gas ini dapat menyebabkan penipisan lapisan ozon(wiliamson,1999)

V ALAT DAN BAHAN
ALAT
BAHAN
Gelas kimia 200ml
Erlemeyer 250 ml
Labu bundar 250 dan 500ml
Alat destilasi
Corong
Penangas udara
Kalium dikromat 20,5 gr
Asam sulfat pekat 18 gr (10ml)
Sikloheksanol 10 gr (10,5ml)
Pertrolium eter 12 ml
Magnesium sulfat anhidrat

VII PROSEDUR KERJA
·                 Dilarutkan 20,5 gr kalium dikromat dengan 100 ml air dalam gelas kimia 200 ml. Tambahkan 18 gr asam sulfat pekat, dinginkan sampai 30 derajat. Masukkan 10 gr sikloheksanol dalam labu elemeyer lalu ditambahkan larutan dikromat , goncang sampai bereaksi dan bercampur atur pendinginan jika campuran terasa panas
·         Pindahkan campuran reaksikelabu bundar 500 ml tambhakan 100 ml air campuran kemudian didistilasi sampe 65 ml deastilat yang terdiri dari 2 lapisan yaitu air dan sikloheksanol, jenuhkan larutan dengan NaCl lalu dipisahkan campuran ,lapisanair diekstraksi dengan magnesium sulfat(3gr)
·            Akhirnya didapat residu sikloheksanon yang didestilasi kembali dengna penangas kumpulkan fraksi didih 154-156 derajat selsius.

Video percobaan bisa dilihat pada link dibawah ini
https://youtu.be/e-JIbQO_CDs


Permasalahan:
1. Mengapa ketika kalium dikromat ditambahkan dengan asam sulfat pekat terjadi perubahan warna dari orange menjadi merah? Dan buatlah reaksi yang terjadi?
2.mengapa suhu campuran harus dijaga suhunya agar suhu campuran tidak melewati suhu 55°C?
3. Mengapa pada pembuatan sikloheksanon dilakukan 2 kali destilasi? Dan apa kegunaan masing masing destilasi tersebut?





7 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Sari Bulan NIM A1C118065 ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor 3, Mengapa dilakukan dua kali distilasi karena setiap distilasi digunakan untuk keperluan yang berbeda sehingga di dapatkan suatu hasil dari setiap distilasi tersebut. Untuk yang pertama digunakan untuk ekstraksi dimana sikloheksanon dengan pengotornya akan terpisah.
    Sedangkan untuk distilasi yang kedua digunakan untuk memisahkan eter dengan produk sikloheksanon

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. assalamu'alaikum Wr.Wb.
    Dara Kumalasari
    A1C118038
    akan mencoba menjawab pertanyaan n0 1

    warna merah timbul merupakan indikator bahwa terjadi reaksi antara kalium dikromat dan asam sulfat pekat dimana suhu dari larutan pun menajdi panas karena campuran menlepaskan kalor ke lingkungan. reaksi yang terjadi adalah reaksi Eksoterm dimana reaksi nya dapat ditulis sebagai berikut :

    2 K2Cr2O7 + 8H2SO4 → 2 K2SO4 + 2 Cr2(SO4)3 + 8 H2O + 3O2

    sekian semoga membantu septi

    ReplyDelete
  6. Selamat malam saya Paulina Manurung (062) akan membantu menjawab no 2. Karena suhu mennguap sikloheksanon 60 derajat Celcius , oleh sebab itu kita jangan sampai melewati suhu heksanon. Jadi ketika terbentuk suhu mendidih naik ketika direaksikan dengan oksidator suhu naik.ketika suhu melewati titik didih maka akan menguap,sedangkan kita belum mencapai tahap pengadukan oksidator dengan sikloheksanon .bila terbentuk sikloheksanon suhu melebihi suhu kita harus mencegahnya.trimakasih

    ReplyDelete