JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK 1
PEMBUATAN SIKLOHEKSANON
DIBUAT OLEH : SEPTIA MISCA DALVANNY
NIM: A1C118005
KELAS : REGULER A
2018
DOSEN PENGAMPU
Dr.Drs. SYAMSURIZAL,
M,Si
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2020
I
JUDUL: PEMBUATAN SIKLOHEKSANON
II
HARI/TANGGAL: Rabu, 22 april,2020
III
TUJUAN:
Adapun tujuan
praktikum kali ini adalah
1.Dapat
melakukan oksidasi alkohol alisiklik
2.Dapat memahami
bahwa tidak hanya alkohol sekunder alifatis biasa saja yang dapat dioksidasi
tetapi juga alkohol sekunder alifatik
IV LANDASAN
TEORI
Menurut
(penuntun praktikum kimia organik I , 2019) bahwa Pembuatan sikloheksanon ini
adalah suatu contoh oksidasi alkohol sekunder alisiklik menjadi keton alisiklik dengan oksidator kalium
dikromat dalam suasana asam
C6H11-OH
----------> C6H11=O + H2O
Sikloheksanol sikloheksanon
Mekanisme reaksi
Cr2O7
2-+ 4H+ + 3e ------> 2Cr3+ + 7H2O
H-C-OH
------> C=O + 2e-
Berdasarkan
jenisnya alkohol ditentukan oleh posisi atau letak gugus OH pada rantai karbon
utama karbon. Ada alkohol primer,sekunder dan tersier. Reaksi reaksi yang
terjadi dalam alkohol antara lain reaksi substitusi , reaksi eliminasi, reaksi
oksidasi dan reaksi esterifikasi. Reaksi oksidasi digunkan untuk membedakan
setiap jenis alkohol. alkohol primer dapat dioksidasi menjadi aldehid atau asam
karboksilat, alkohol sekunder jadi keton dan tersier tidak bereaksi
(Fessenden,1982).
Alkohol
primer dan tersier dapat dioksidasi dnegan asam kromat atau juga bisa dengan
KMNO4 . Na atau K-kromat merupakan oksidator kuat , sedangkan
oksidasiakan berjalan lebih baik dalm kondisi asam. Krom akan mengalami reduksi
dari +6 menjadi +4 yang kurang stabil lalu berubah menjadi +3(Nurlita,2004)
Senyawa
organik yang mempunyai sebuah dan yang karbonilnya dihubungkan dengan 2 karbon
lainnya , oleh karenanya keton tidak tidak memiliki atom hidrogen yang terikat
padanya yang menyebabkan tidak terjadi ikatan hidrogen dan tarik menarik ,namun
keton dapat terjadi tarik menarik dengan molekul molekulnya bagian positif dari
yang lainnya akan ditarik oleh bagian negatif lainnya (Wilbram,1992)
Sikloheksanon
ini dapat dioksidasi lagi menajdi asamadipat , yang didapat saat mengoksidasi
sikloheksanol atau siloheksanon dengan menggunakan oksidator asam nitrit HNO2
namun emisi gas ini dapat menyebabkan penipisan lapisan ozon(wiliamson,1999)
V ALAT DAN BAHAN
ALAT
|
BAHAN
|
Gelas kimia
200ml
Erlemeyer 250
ml
Labu bundar
250 dan 500ml
Alat destilasi
Corong
Penangas udara
|
Kalium
dikromat 20,5 gr
Asam sulfat
pekat 18 gr (10ml)
Sikloheksanol
10 gr (10,5ml)
Pertrolium
eter 12 ml
Magnesium
sulfat anhidrat
|
VII PROSEDUR
KERJA
·
Dilarutkan 20,5
gr kalium dikromat dengan 100 ml air dalam gelas kimia 200 ml. Tambahkan 18 gr
asam sulfat pekat, dinginkan sampai 30 derajat. Masukkan 10 gr sikloheksanol
dalam labu elemeyer lalu ditambahkan larutan dikromat , goncang sampai bereaksi
dan bercampur atur pendinginan jika campuran terasa panas
·
Pindahkan
campuran reaksikelabu bundar 500 ml tambhakan 100 ml air campuran kemudian didistilasi
sampe 65 ml deastilat yang terdiri dari 2 lapisan yaitu air dan sikloheksanol,
jenuhkan larutan dengan NaCl lalu dipisahkan campuran ,lapisanair diekstraksi
dengan magnesium sulfat(3gr)
· Akhirnya didapat
residu sikloheksanon yang didestilasi kembali dengna penangas kumpulkan fraksi
didih 154-156 derajat selsius.
Video percobaan bisa dilihat pada link dibawah ini
https://youtu.be/e-JIbQO_CDs
Permasalahan:
1. Mengapa ketika kalium dikromat ditambahkan dengan asam sulfat pekat terjadi perubahan warna dari orange menjadi merah? Dan buatlah reaksi yang terjadi?
2.mengapa suhu campuran harus dijaga suhunya agar suhu campuran tidak melewati suhu 55°C?
3. Mengapa pada pembuatan sikloheksanon dilakukan 2 kali destilasi? Dan apa kegunaan masing masing destilasi tersebut?
Video percobaan bisa dilihat pada link dibawah ini
https://youtu.be/e-JIbQO_CDs
Permasalahan:
1. Mengapa ketika kalium dikromat ditambahkan dengan asam sulfat pekat terjadi perubahan warna dari orange menjadi merah? Dan buatlah reaksi yang terjadi?
2.mengapa suhu campuran harus dijaga suhunya agar suhu campuran tidak melewati suhu 55°C?
3. Mengapa pada pembuatan sikloheksanon dilakukan 2 kali destilasi? Dan apa kegunaan masing masing destilasi tersebut?

This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Sari Bulan NIM A1C118065 ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor 3, Mengapa dilakukan dua kali distilasi karena setiap distilasi digunakan untuk keperluan yang berbeda sehingga di dapatkan suatu hasil dari setiap distilasi tersebut. Untuk yang pertama digunakan untuk ekstraksi dimana sikloheksanon dengan pengotornya akan terpisah.
ReplyDeleteSedangkan untuk distilasi yang kedua digunakan untuk memisahkan eter dengan produk sikloheksanon
Menjawab no 2
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteassalamu'alaikum Wr.Wb.
ReplyDeleteDara Kumalasari
A1C118038
akan mencoba menjawab pertanyaan n0 1
warna merah timbul merupakan indikator bahwa terjadi reaksi antara kalium dikromat dan asam sulfat pekat dimana suhu dari larutan pun menajdi panas karena campuran menlepaskan kalor ke lingkungan. reaksi yang terjadi adalah reaksi Eksoterm dimana reaksi nya dapat ditulis sebagai berikut :
2 K2Cr2O7 + 8H2SO4 → 2 K2SO4 + 2 Cr2(SO4)3 + 8 H2O + 3O2
sekian semoga membantu septi
Selamat malam saya Paulina Manurung (062) akan membantu menjawab no 2. Karena suhu mennguap sikloheksanon 60 derajat Celcius , oleh sebab itu kita jangan sampai melewati suhu heksanon. Jadi ketika terbentuk suhu mendidih naik ketika direaksikan dengan oksidator suhu naik.ketika suhu melewati titik didih maka akan menguap,sedangkan kita belum mencapai tahap pengadukan oksidator dengan sikloheksanon .bila terbentuk sikloheksanon suhu melebihi suhu kita harus mencegahnya.trimakasih
ReplyDelete